Keluhan Pengunjung Pantai Teluk Asmara Malang Mencuat di Media Sosial

berita-compasnews.com

Berita-Kompas.com, MALANG - Sebuah video TikTok dari akun @lukitaarya sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan ini. Video tersebut menggambarkan keluhan seorang pengunjung yang merasa tidak puas dengan pengalaman mereka di pantai Teluk Asmara, yang terletak di kawasan Lintas Selatan Malang.

Menurut pengunggah video, mereka mengeluhkan biaya masuk yang dianggap terlalu tinggi, khususnya bagi pengunjung yang membawa mobil. Dalam video itu disebutkan bahwa biaya masuk untuk satu mobil mencapai 20 ribu rupiah, yang dianggap cukup mahal. Bahkan, bagi rombongan seperti yang diungkapkan dalam video, biaya tersebut bisa mencapai 200 ribu rupiah, menimbulkan ketidakpuasan yang cukup besar.

Pengalaman keluhan tersebut terjadi pada Minggu (03/03/24) lalu, ketika sekeluarga tengah berlibur di pantai tersebut. Seorang pengunjung yang dikenal sebagai Bapak Lukito, mantan anggota DPRD Kabupaten Malang, bersama keluarganya tengah menikmati waktu bersama.

Namun, suasana liburan mereka terganggu ketika sopir elf yang membawa rombongan tersebut terlibat sengketa dengan petugas parkir. Bapak Lukito turut terlibat dalam percakapan dengan petugas tersebut, mencoba menjelaskan situasi keluarganya.

Bapak Lukito dan rombongan berusaha meminta toleransi kepada petugas parkir, terutama mengingat ada dua anggota keluarga yang sudah lanjut usia dan sulit untuk berjalan. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi, meskipun banyak mobil pribadi terlihat parkir di lokasi tersebut.

Petugas parkir bahkan menawarkan alternatif berupa penggunaan jasa ojek untuk mengantarkan kedua anggota keluarga yang sulit berjalan. Tawaran ini tidak dianggap memuaskan oleh Bapak Lukito dan keluarganya, yang merasa bahwa permintaan mereka untuk toleransi seharusnya dipertimbangkan dengan lebih baik.

Akhirnya, Bapak Lukito dan rombongan memutuskan untuk membatalkan rencana masuk ke pantai Teluk Asmara dan meminta pengembalian uang masuk sebesar 200 ribu rupiah. Namun, mereka menemui kendala ketika uang yang sudah dibayarkan tidak mendapat tanda bukti pembayaran atau karcis.

Video tersebut mendapat beragam respons dari netizen di media sosial. Beberapa mengungkapkan solidaritas dengan keluhan yang disampaikan oleh Bapak Lukito, sementara yang lain menunjukkan keprihatinan terhadap pelayanan di tempat wisata tersebut. Berikut adalah beberapa komentar yang terpantau:

"Pernah sekali ke teluk asmara kapok dalane ajor parkirane koyok sawah kate di tanduri pari," @arsyajunior45

"Iya betul sekali parkirnya mahal dan becek..AQ pernah kesana dan beragumen dengan petugas parkirnya .akirnya gak jadi ke teluk asmara..mending ke goa cinanya," @herakurniawan6

"Cukup sekali saja saya ke sini 🙏🙏 mending ke blitar," @lembayung senja

Keberadaan video ini juga memicu diskusi lebih lanjut tentang pentingnya pelayanan yang baik dan perlakuan yang adil terhadap pengunjung tempat wisata. Hal ini menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk meninjau kembali kebijakan dan praktik mereka guna meningkatkan pengalaman wisata yang positif bagi semua pengunjung.

(Reagan)

Editor : Reagan

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru