BERITA-COMPASNEWS.COM, Klungkung, Bali - Dalam suasana yang penuh semangat, Pertemuan Rutin Bhayangkari Klungkung di Aula Jalaga Dharma Pandhapa menggelar sesi pelatihan khusus. Para Ibu Bhayangkari, Personel Polwan, dan PNS Polres Klungkung hadir untuk meningkatkan kemampuan melukis Wayang Klasik Kamasan di atas canvas dan kipas.
Kapolres Klungkung, AKBP Umar,S.I.K.,M.H., Selaku Ketua Pembina, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Klungkung, Ny Elisa Umar, turut menghadiri acara tersebut pada Senin sore (22 April 2024).
Ibu Ni Ketut Suar dari Banjar Sangging Desa Kamasan menjadi pelatih utama, didampingi oleh Seniman I Gede Eka Wedasmara, Pemilik Gallery Suar. Mereka bertekad memperkenalkan seni lukis Wayang Kamasan kepada peserta, serta mengajarkan teknik melukis di atas canvas dan kipas.
"Terima kasih kepada para pelatih yang telah meluangkan waktu untuk kami. Kegiatan ini penting untuk memperkenalkan dan melestarikan seni tradisional Bali," ujar AKBP Umar.
Meskipun tantangannya tinggi, semangat para peserta tetap berkobar.
"Kegiatan ini memperkaya pengetahuan kami tentang seni budaya lokal," tambahnya.
Ny Elisa Umar menekankan pentingnya kegiatan ini sejalan dengan pertemuan rutin Bhayangkari.
"Kami ingin mengenalkan potensi seni lukis Klasik Wayang Kamasan Klungkung kepada para Ibu Bhayangkari. Semoga kegiatan ini memicu minat dan bakat seni di kalangan mereka," ungkap Ny Elisa Umar.
I Gede Eka Wedasmara turut berterima kasih kepada pihak kepolisian atas kesempatan ini.
"Semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat dan memperkaya wawasan seni para peserta," tuturnya.
Lukisan Wayang Kamasan terkenal karena ketahanannya yang luar biasa, menggunakan bahan alami seperti Batu Pere.
"Ini adalah warisan budaya yang harus dilestarikan," tegasnya.
Pada akhir kegiatan, AKBP Umar dan Ny Elisa Umar ikut serta dalam sesi praktik pewarnaan di canvas dan kipas yang disediakan oleh Seniman I Gede Eka Wedasmara. Semua pihak berharap kegiatan ini menjadi awal dari lebih banyak lagi upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan seni budaya Bali yang kaya dan berharga.
Jurnalis : DaengEditor : Reagan
Editor : Reagan
