BERITA-COMPASNEWS.COM, Klungkung, Bali - Bertepatan dengan Rahina Purnama Sadha, sebuah momen sakral bagi umat Hindu, Sat Tahti Polres Klungkung mengadakan sesi bimbingan rohani untuk para tahanan. Acara ini berlangsung pada Rabu, 22 Mei 2024, di Polres Klungkung, dan dipimpin oleh Rohaniawan Polres Klungkung, Aiptu Mangku I Komang Sudarsana, dengan didampingi langsung oleh Kasat Tahti Polres Klungkung, Ipda Gusti Made Anom Jaya Sudarsana.
Sebanyak 10 tahanan menerima bimbingan rohani dalam sesi yang penuh makna tersebut. Aiptu Mangku I Komang Sudarsana tidak hanya memberikan pemahaman agama, tetapi juga menyampaikan ceramah motivasi. Ia menekankan pentingnya keteguhan hati dan kekuatan mental dalam menghadapi masa tahanan.
"Saya mengingatkan kepada para tahanan agar selalu berdoa, karena ini adalah salah satu teguran dari Yang Maha Kuasa. Ini adalah kesempatan untuk introspeksi diri, agar pengalaman ini dapat menjadi pelajaran hidup yang berharga dan tidak diulangi di masa depan," ujar Aiptu Mangku I Komang Sudarsana dengan penuh empati.
Kasat Tahti Polres Klungkung, Ipda Gusti Made Anom Jaya Sudarsana, mengucapkan terima kasih kepada Aiptu Mangku I Komang Sudarsana atas dedikasinya. Ia menyampaikan bahwa bimbingan rohani ini adalah bagian dari program Polres Klungkung untuk mendukung tahanan dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran keagamaan.
"Bimbingan rohani ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam melaksanakan ajaran-ajaran agama, meningkatkan pengetahuan agama, serta membangkitkan rasa kepercayaan kepada Tuhan dan keinsyafan batin. Dengan demikian, para tahanan diharapkan dapat berperilaku sesuai dengan norma-norma agama dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Ipda Gusti Made Anom Jaya Sudarsana.
Acara ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para tahanan, membantu mereka menemukan kedamaian batin, dan mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang lebih baik setelah masa tahanan usai. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Polres Klungkung dalam mendukung rehabilitasi dan reintegrasi sosial para tahanan.
Pada akhir sesi, para tahanan tampak lebih tenang dan bersemangat. Beberapa di antara mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan ini.
"Ini memberikan kami harapan dan semangat baru untuk menjalani masa tahanan dengan lebih baik," ujar salah satu tahanan.
Kegiatan bimbingan rohani semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala, sebagai bagian dari upaya pembinaan dan rehabilitasi yang menyeluruh bagi para tahanan. Polres Klungkung menunjukkan bahwa pendekatan spiritual dan keagamaan dapat menjadi salah satu metode efektif dalam membina karakter dan moral para tahanan.
Dengan adanya bimbingan rohani ini, diharapkan para tahanan dapat merenungkan perbuatan mereka, memperbaiki diri, dan kelak kembali ke masyarakat dengan semangat dan perilaku yang lebih baik. Program ini merupakan bukti nyata dari upaya Polres Klungkung dalam mengintegrasikan pendekatan humanis dalam penegakan hukum.
Jurnalis : DaengEditor : Reagan
Editor : Reagan
