Berita-compasnews.com, Pandeglang - Seorang pasien yang berobat di salah satu fasilitas kesehatan dan sudah berada di ruang periksa dokter RN, merasa bingung dan kecewa setelah dokter berinisial RN tiba-tiba meninggalkannya begitu saja tanpa bicara sedikitpun, Kamis (6/3/2025).
Hal ini memicu kemarahan suami yang mendampingi pasien yang mempertanyakan alasan meninggalkannya. Suami pasien menganggap jika tindakan dokter RN tersebut tidak mencerminkan sikap dokter yang profesional.
Menurut keluarga pasien "Kami sudah menunggu lama di ruang periksa dokter, tapi dokter RN tak kunjung balik lagi ke ruangannya dan membiarkan pasien dan suaminya dengan begitu saja.
Tak hanya itu, ketika suami pasien beranjak dan mencari dokter RN untuk menanyakan, dokter RN disebut-sebut malah tidak menunjukkan rasa bersalah atas kejadian tersebut dan cenderung emosi sehingga terjadi keributan antar keduanya. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya sikap arogansi dan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter, dimana terkesan seorang dokter tidak bisa membedakan mana urusan pribadi keluarga dengan urusan pekerjaan.
Disinyalir atas informasi pihak lain atas kasus ini dari beberapa masyarakat yang mengetahui terkait dengan masalah masa lalu yang sudah lama antara keluarga dokter dengan keluarga pasien, walaupun keluarga pasien pada awalnya sudah tidak ingat lagi, sehingga atas perilaku dokter RN tersebut akhirnya dikait-kaitkan dengan masalah masa lalu keluarga keduanya.
Di duga Perilaku dokter RN tersebut mendapat perhatian luas dikalangan media sosial, dengan banyak warganet mempertanyakan etika dan tanggung jawab jabatan seorang dokter dalam memberikan pelayanan medis kepada pasien.
Apakah tindakan dokter RN ini murni kelalaian, etika atau ada alasan masalah pribadi dan keluarga di masa lalu dibaliknya ?
Kepada dokter RN pun awak media tidak bisa mengkonfirmasi akibat telponnya tidak aktif.
Pihak Puskesmas sudah merespon cepat dengan melakukan sidang mediasi di Unit Pengaduan Masyarakat (UPM), akan tetapi karena lebih kental masalah pribadi, maka upaya mediasi tidak menemukan titik temu atau perdamaian.
Selanjutnya kami terus menelusuri kepada pihak terkait, yaitu organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pandeglang dimana sang dokter bergabung dan selaku pembina anggotanya yang diharapkan segera memberikan klarifikasi untuk menghindari spekulasi yang semakin meluas.
Red
Editor : Badwi