Berita-compasnews.com, Pandeglang - Begitu mirisnya pelayanan kesehatan dan tidak manusiawi seorang Dokter Inisial "RN" yang juga arogansi terhadap seorang pasien yang berobat di salah satu fasilitas kesehatan yang sudah lama menunggu diruang periksa, namun merasa bingung dan kecewa tiba-tiba dokter berinisial RN ini meninggalkannya begitu saja tanpa bicara sedikitpun.
Hal ini sangat memicu kemarahan suami yang mendampingi pasien dan mempertanyakan alasan kenapa meninggalkannya. Suami pasien menganggap jika tindakan dokter Inisial RN ini sangat tidak mencerminkan sikap yang tidak profesional.
Menurut suami pasien yang mendampingi Mengatakan, Ada apa dengan Dokter Inisial RN ini sedangkan Kami sudah menunggu lama di ruangan pemeriksaan, tapi dokter inisial RN tak kunjung balik lagi ke ruangannya dan membiarkan saya dengan pasien yang saya dampingi dengan begitu saja.
Ketika saya mencari dokter inisial RN untuk menanyakan atau mengkonfirmasi, dokter RN disebut-sebut malah tidak menunjukkan rasa bersalah, cenderung emosi sehingga terjadi keributan antar keduanya.
Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya sikap arogansi dan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter, dimana terkesan seorang dokter tidak bisa membedakan mana urusan pribadi keluarga dengan urusan pekerjaan sehingga melalaikan pelayanan," keluhannya.
Atas informasi yang dihimpun dari Masyarakat lain terkait kasus ini kuat dugaan masalah masa lalu antara keluarga dokter dengan keluarga pasien, walaupun keluarga pasien pada awalnya sudah tidak ingat lagi, sehingga atas perilaku dokter RN tersebut akhirnya dikait-kaitkan dengan masalah masa lalu keluarga keduanya.
Perilaku dokter inisial RN akhirnya mendapat sorotan luas dikalangan media sosial, dengan banyak warganet mempertanyakan etika dan tanggung jawab jabatan seorang dokter dalam memberikan pelayanan medis kepada pasien.
Apakah tindakan dokter RN ini murni kelalaian, etika atau ada alasan masalah pribadi dan keluarga di masa lalu dibaliknya ?
Ketika awak media akan mengkonfirmasi Dokter berinisial RN melalui telepon seluler berbasis WhatsApp nomor nya tidak aktif.
Pihak Puskesmas sudah merespon cepat dengan melakukan sidang mediasi di Unit Pengaduan Masyarakat (UPM), akan tetapi karena lebih kental masalah pribadi, maka upaya mediasi tidak menemukan titik temu atau perdamaian.
Selanjutnya kami terus menelusuri kepada pihak terkait, yaitu organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pandeglang dimana sang dokter bergabung dan selaku pembina anggotanya yang diharapkan segera memberikan klarifikasi untuk menghindari spekulasi yang semakin meluas.
Toni Metik
Editor : Badwi