Berita-compasnews.com, Pandeglang - Curah hujan yang tinggi dari semalaman telah menyebabkan banjir di Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang. Situasi semakin parah dengan adanya banjir kiriman dari Sungai Ciliman, Kecamatan Munjul. Air sungai yang meluap telah menggenangi pemukiman warga dan lahan pertanian, menyebabkan kerusakan dan kerugian yang signifikan.
Banjir ini telah berdampak pada beberapa desa, dengan air yang masuk ke dalam rumah-rumah warga dan fasilitas umum. Warga setempat saat ini sedang berusaha untuk membersihkan dan memulihkan kondisi.
Namun, kabar baiknya, BPBD dan Dinas Sosial Pandeglang telah mengirimkan bantuan untuk membantu warga yang terdampak. Selain itu, pihak berwenang juga akan melakukan peninjauan kembali besok untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi dan memberikan dukungan lebih lanjut.
"Upaya penanganan banjir terus dilakukan kami (Camat Angsana. red) dan relawan trrus membantu warga yang terdampak dan meminimalkan kerugian lebih lanjut. Semoga bantuan dan dukungan yang diberikan dapat membantu warga yang terdampak dan mempercepat proses pemulihan" kata Camat Angsana, Acep Jumhani. senin (26/mei/2O25)
Menurut laporan dari Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Angsana, beberapa kampung terdampak banjir, antara lain Kp Cikayas, Kp Manjul, Kp Bonghas, Kp Kaalapadua, Kp Taraju, Kp Babakan Karet, Kp Kaweni, Kp Carodok, Kp Cikapas, dan Kp Cibodas.
KSB Kecamatan Angsana telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten untuk menangani situasi ini. Saat ini, tidak ada laporan korban jiwa.
"Pemerintah setempat akan terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada warga yang terdampak" ungkap Beni Madsira, Ketua KSB Provinsi Banten. ungkapNya bahwa saya ketua KSB akan selalu setia melakukan evakuasiTerhadap masarakat yang kena banyjir
Bahwa masarakat harus waspada di karenakan hujan mulayi sore sampe malam ta henti henti mengakibatkanBanjir dan rumah warga banyak yang terendam ayir beberapa kampungDi angsana sebagian ada yang mengungsi di tempat yang amanUjarnya.
Idris
Editor : Badwi