Berita-compasnews.com_Bengkayang,Kalbar//Setiap musim pemilu tiba, masyarakat Dusun Jerenang, Desa Godang Damar, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang selalu disuguhi janji manis soal pembangunan infrastruktur, terutama jembatan penghubung dan jalan akses utama. Namun, kenyataannya hingga hari ini, dua kebutuhan vital masyarakat itu masih dibiarkan terbengkalai.
Jembatan lapuk yang menjadi urat nadi penghubung warga sudah banyak memakan korban. Tidak terhitung berapa kali masyarakat jatuh saat melintas. Sementara itu, jalan akses utama menuju kota kabupaten maupun rumah sakit terdekat di Samalantan dan Serukam rusak parah, penuh lumpur, batu besar, dan harus ditempuh berjam-jam.
[caption id="attachment_71031" align="aligncenter" width="300"]
Oplus_0[/caption]
“Kami tidak minta jalan mulus beraspal hitam, cukup ditimbun dan disirtu agar aman dilalui. Kami hanya ingin keadilan dan keselamatan kami diperhatikan,” keluh seorang warga dengan suara bergetar.
“Kalau membawa pasien sakit parah atau ibu melahirkan, kami sangat sedih. Perjalanan berjam-jam di jalan rusak bisa jadi taruhan nyawa. Kami mohon pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun dewan yang terhormat benar-benar peduli,” tambah warga lainnya dengan nada kesal.
Masyarakat Kecamatan Lembah Bawang kini hanya berharap, pemerintah dan para wakil rakyat tidak lagi menutup mata. Aspirasi ini bukan sekadar tuntutan pembangunan, melainkan soal keadilan, keselamatan, dan perekonomian rakyat di pelosok.
Warga menegaskan, pemerintah daerah maupun dewan harus berperan sebagai penyambung aspirasi ke pusat, mendorong realisasi nyata pembangunan jembatan dan jalan, demi terciptanya pemerataan pembangunan dan jalannya roda ekonomi yang lebih baik di Bengkayang.
👉 Jangan tunggu korban berikutnya baru pemerintah bergerak. Warga sudah cukup bersabar, saatnya janji politik diwujudkan, bukan diulang-ulang setiap pemilu.
Pewarta: Kusnadi
Editor : Kusnadi