Berita-Compasnews.com,Surabaya – Hari ini presiden LSM G APKM, Resmi Mengangkat dua orang sebagai Pengurus DPP, DPW Jatim,Susiani menjabat sebagai wakil presiden bidang organisasi,umar hayat menjabat sebagai Gubernur Baru Jawa Timur menggantikan Gubernur lama jerry martinus.
Gubernur Gerakan aktivis pelayan kesejahteraan masyarakat ( G APKM) Jatim Angkat bicara,, Dunia jurnalistik kembali diguncang kabar tidak mengenakkan. Media online berita-compasnews.com yang selama ini dikenal kritis dan berani dalam mengupas isu-isu publik, termasuk skandal dana hibah Jawa Timur, diduga kuat menjadi sasaran serangan hacker oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Aksi peretasan ini sontak menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk dari Umar Hayat, Gubernur G APKM Jawa Timur. Menurutnya, insiden ini bukan sekadar serangan digital, melainkan ancaman serius terhadap kebebasan pers di negeri ini.
“Ini bukti nyata bahwa kebebasan pers di era reformasi justru makin mencekam, padahal sudah jelas dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegas Umar Hayat saat dimintai tanggapan, Selasa (16/9/2025).
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berdiam diri. Serangan terhadap pers, katanya, sama saja dengan serangan terhadap demokrasi. “Negara harus hadir untuk melindungi insan pers dan segala perangkat medianya. Jika pers dibungkam, bagaimana mungkin cita-cita pendiri bangsa untuk mewujudkan demokrasi yang sehat bisa terwujud," tambahnya.
Umar Hayat juga menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku peretasan. Baginya, pembiaran atas kasus seperti ini hanya akan membuka jalan bagi intimidasi yang lebih brutal terhadap media di kemudian hari.
" Kedepan jika memang ada yang kurang berkenan dengan berita di website kami , tolong disampaikan baik - baik tidak perlu mengancam dan meneror
kami selalu terbuka untuk berdiskusi". Tegasnya.
Dengan ketegasan khasnya, Umar Hayat kembali menegaskan komitmennya sebagai bagian dari gerakan aktivis yang selalu berdiri di garda depan melawan ketidakadilan. “Kebebasan pers adalah ruh demokrasi. Jika ruh itu mati, maka mati pula harapan rakyat,” pungkasnya.
Redaksi
Editor : Badwi