Berita-compasnews
.com | Sampang - Warga Desa Kodak, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, digegerkan oleh insiden penganiayaan yang melibatkan senjata tajam (sajam). Korban, Fausi (50 tahun), yang disebut-sebut sebagai Ketua BPD Desa setempat, menderita luka sobek parah di bagian wajahnya. Kasus ini telah dilaporkan dan kini ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polres Sampang.
Peristiwa nahas itu terjadi pada hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 22 Oktober sekitar pukul 07.30 WIB. Lokasi kejadian berada di area persawahan yang merupakan tanah pecaton (tanah bengkok/kas) milik Desa Kodak, Kecamatan Torjun, Sampang.
Konflik berdarah ini dipicu oleh perselisihan atau cekcok yang berkepanjangan mengenai penguasaan atas tanah pecaton desa tersebut. Kelompok terduga pelaku datang dengan maksud membersihkan dan mencabut tanaman di area sawah, sementara korban dan saksi lain merasa masih memiliki hak penguasaan atas lahan tersebut, sehingga berusaha menghalang-halangi.
Plh Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika pihak terduga pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang mendatangi tanah pecaton. Kedatangan mereka disambut oleh korban, Fausi, bersama beberapa saksi lain yang berusaha mencegah kegiatan pembersihan lahan itu.
"Ketegangan segera memuncak menjadi cekcok yang disertai perkelahian fisik antara kedua belah pihak. Dalam insiden tersebut, korban diduga menjadi sasaran serangan menggunakan senjata tajam. Akibat dari kekerasan ini, Fausi mengalami luka sobek yang cukup dalam pada bagian pipi sebelah kiri." jelasnya
Korban penganiayaan ini adalah Fausi, seorang pria berusia 50 tahun dan dikabarkan menjabat sebagai Ketua BPD Desa Kodak. Sementara itu, pihak terduga pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang; identitas mereka dan pelaku penyerangan sajam hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Lanjut AKP Eko Puji Waluyo membenarkan bahwa korban telah melaporkan insiden yang dialaminya kepada Polres Sampang. "Pihak kepolisian menyatakan masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif pasti, mengidentifikasi jenis sajam yang digunakan, dan memburu pelaku utama penyerangan yang menyebabkan korban terluka. Ungkapnya
Editor : Taufik