Berita-compasnews.com, Jakarta //Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menegaskan arah kebijakan redenominasi rupiah sebagai langkah strategis dalam efisiensi sistem keuangan nasional dan penyederhanaan transaksi masyarakat.
🗣️ “Redenominasi hanya memangkas digit, bukan memangkas nilai, sehingga bersifat netral terhadap inflasi bila prasyaratnya dipenuhi,”
— Ekonom Josua, 10 November 2025.
Kebijakan ini dinilai mampu mempercepat efisiensi pencatatan keuangan, menyederhanakan transaksi harian, serta menghemat biaya percetakan uang dalam jangka panjang.
Namun, Josua mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sejumlah faktor penting, seperti stabilitas inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ekspektasi harga yang terjaga, dan situasi sosial-politik yang kondusif.
“Pengalaman berbagai negara menunjukkan keberhasilan ketika dilakukan saat ekonomi stabil dan didukung komunikasi publik yang intensif,” tambahnya.
Selain itu, penyederhanaan tiga digit pada nominal uang rupiah dianggap akan memudahkan masyarakat memahami nilai transaksi, sekaligus meminimalkan risiko pembulatan harga berlebih dalam transaksi kecil.
đź’¬ “Rencana ini patut didukung sebagai program penataan sistem moneter nasional, bukan sebagai solusi instan atas masalah harga atau kurs,” tegasnya.
đź’° Simulasi Redenominasi Rupiah
Berikut ilustrasi penyederhanaan tiga digit nominal rupiah (rencana pemerintah):
Nominal Lama (Rp) Nominal Baru (Rupiah Baru) Nilai Tetap Sama Dengan
Rp1.000 Rp1 Rp1.000 lama
Rp5.000 Rp5 Rp5.000 lama
Rp10.000 Rp10 Rp10.000 lama
Rp50.000 Rp50 Rp50.000 lama
Rp100.000 Rp100 Rp100.000 lama
📝 Catatan: Tidak ada perubahan daya beli. Redenominasi hanya mengubah penulisan nominal, bukan nilainya.
🏛️ Langkah Pemerintah
Rencana redenominasi yang sempat bergulir sejak beberapa tahun lalu kini kian konkret dibahas di internal Kemenkeu.
Langkah ini diyakini sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional, menata sistem keuangan agar lebih efisien, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap rupiah.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Keuangan RI menegaskan bahwa kebijakan keuangan negara tidak hanya soal angka dan nominal, tetapi juga tentang membangun karakter ekonomi yang berkeadilan dan berintegritas.
🕊️ “Kementerian Keuangan berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar mampu menikmati dunia dengan berpikir matang, bekerja dengan niat tulus, serta menggunakan amanah keuangan secara benar dan penuh tanggung jawab,” demikian kutipan resmi dari Kemenkeu.
đź§ Analisis Redaksi — Dampak Sosial dan Ekonomi
Kebijakan redenominasi rupiah bukan sekadar langkah teknis, melainkan perubahan psikologis ekonomi masyarakat.
Pelaku UMKM dan sektor informal perlu waktu untuk beradaptasi terhadap nominal baru, terutama dalam transaksi tunai dan pembukuan sederhana.
Namun jika diterapkan bertahap dan disertai sosialisasi yang luas, redenominasi justru akan meningkatkan efisiensi sistem ekonomi digital, memperkuat posisi rupiah, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap mata uang nasional.
“Keberhasilan redenominasi akan menjadi simbol kedewasaan ekonomi bangsa—bukan karena uangnya berkurang, tetapi karena sistemnya makin tertata.
✍️ Reporter: Wid
📸 Editor: Wawan
📍 Redaksi Berita-compasnews.com
Editor : Kusnadi