Berita-compasnews.com || Sampang - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang secara resmi menggelar audiensi dengan pihak Kepolisian Resor (Polres) Sampang, Pertemuan yang berlokasi di Aula Polres tersebut dilaksanakan dengan agenda utama menuntut kejelasan dan percepatan penanganan sejumlah kasus kriminalitas dan pidana besar yang hingga kini terkesan mandek dan tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Kamis (20/11/2025)
Audiensi ini dihadiri langsung oleh jajaran utama Polres Sampang, termasuk Kapolres Sampang AKBP Hartono, Kasatreskrim, Kasat Intelkam, Kasi Humas, beserta jajaran anggota kepolisian terkait. Sementara dari pihak pers, hadir seluruh pengurus dan anggota PWI Kabupaten Sampang. Lokasi pertemuan adalah di Aula Polres Sampang, menjadi saksi kekecewaan publik yang disuarakan melalui perwakilan wartawan.
Aksi audiensi ini dipicu oleh kekecewaan PWI terhadap kinerja kepolisian yang dianggap lamban dalam menuntaskan berbagai kasus kejahatan serius yang terjadi di wilayah hukum Polres Sampang. PWI menyoroti bahwa banyak kasus, baik yang sudah lama terjadi maupun kasus baru, cenderung "dibekukan" tanpa adanya tindak lanjut yang berarti bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, PWI menyodorkan daftar berisi sembilan kasus yang harus segera dituntaskan. Kasus-kasus yang disoroti meliputi tindak kejahatan berat, termasuk dua kasus pembunuhan (guru MTs dan wanita di Sreseh), penyelundupan pupuk subsidi 9,6 ton, pembegalan dan pembakaran driver ojek online, dan kasus pencabulan gadis di Robatal yang pelakunya (Basir, 24) masih berkeliaran.
PWI juga menyoroti kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap petugas SPBU Camplong serta pengrusakan fasilitas umum di Alun-Alun Trunojoyo saat aksi demonstrasi. Dua pelaku pengeroyokan petugas SPBU dilaporkan masih bebas berkeliaran, menambah daftar panjang kasus yang tak terselesaikan.
Menanggapi desakan tersebut, Kapolres Sampang, AKBP Hartono, mengakui bahwa pihaknya belum menyiapkan seluruh berkas kasus secara komprehensif. Ia hanya memberikan penjelasan singkat, terutama mengenai kasus penganiayaan SPBU Camplong. Hartono menyebut pihaknya akan melancarkan pemanggilan terakhir kepada dua terduga pelaku pada hari Jumat mendatang, sebelum keduanya resmi ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
Fathor Rahman Ketua PWI melalui Hanggara Bakal Calon kuat Ketua PWI Sampang periode 2025 - 2028 menjelaskan Meskipun Kapolres belum dapat memberikan jawaban tuntas mengenai sembilan kasus secara keseluruhan, PWI menyatakan bahwa audiensi berjalan kondusif. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen PWI Sampang untuk terus mengawal dan mengontrol kinerja kepolisian, memastikan bahwa penanganan kasus-kasus kriminalitas yang merugikan masyarakat tidak terhenti dan dapat segera dituntaskan.
"Dengan demikian, hasil pertemuan ini menjadi penanda bahwa tekanan publik terhadap Polres Sampang untuk segera bekerja cepat dan transparan dalam mengungkap sembilan kasus tersebut semakin kuat."tegas Hanggara
Keputusan terkait penetapan DPO pada kasus pengeroyokan SPBU yang akan dilakukan Jumat mendatang menjadi ujian awal terhadap tindak lanjut serius kepolisian pasca-audiensi PWI.
Editor : Taufik