Berita-compasnews.com || Jakarta Barat - Aktivitas pembangunan proyek di wilayah Pintu Dua, Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat, diduga berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar dan membahayakan keselamatan warga masyarakat yang melintas.
Proyek tersebut disinyalir menimbulkan polusi udara serta ceceran tanah merah di badan jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan debu tebal dan ceceran tanah merah yang diduga berasal dari aktivitas proyek tersebut mencemari udara hingga ratusan meter.
Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga sekitar maupun para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Lebih memprihatinkan lagi, ceceran tanah merah diduga berasal dari keluar masuknya truk pengangkut tanah dari dalam area proyek.
Tanah yang tercecer di badan jalan tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pengendara, terutama saat turun hujan karena permukaan jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku merasa terganggu dengan kondisi tersebut. Saat ditemui di sekitar lokasi proyek, ia mengatakan bahwa debu terlihat sangat jelas beterbangan terbawa angin.
“Iya bang, debunya kelihatan sekali. Kebetulan saya lagi duduk santai sambil ngopi, kelihatan banget debunya kebawa angin,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat warga merasa tidak nyaman.
“Jadi enggak nyaman bang, gara-gara ada debu. Niatnya mau istirahat duduk santai sambil ngopi malah jadi terganggu,” bebernya.
Warga berharap pihak terkait, baik pengelola proyek maupun instansi pemerintah setempat, dapat segera mengambil tindakan tegas.
Masyarakat meminta agar pengelola proyek lebih memperhatikan dampak lingkungan serta keselamatan pengguna jalan demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
sampai berita ini ditayangkan belum terkonfirmasi pihak - pihak terkait.
Wawan N
Editor : Taufik