Senin, 29 Jun 2026 05:35 WIB

Wartawan Desak Kapolres Sampang Pertahankan Kapolsek Sokobanah Demi Stabilitas Pesta Demokrasi

Foto: Pertahankan Kapolsek Sokobanah Demi Stabilitas Pesta Demokrasi
Foto: Pertahankan Kapolsek Sokobanah Demi Stabilitas Pesta Demokrasi

Berita-compasnews.com – Sampang - Suasana di Mapolres Sampang mendadak tegang namun tetap kondusif saat puluhan jurnalis yang tergabung dalam berbagai forum media menggelar audiensi bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sampang, Kamis (15/1/2026).

Kedatangan para kuli tinta ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang mendesak Kapolres Sampang agar mengevaluasi rencana mutasi IPTU Sujiyono, S.H., dari jabatannya sebagai Kapolsek Sokobanah.

​Langkah ini diambil menyusul adanya kekhawatiran dari insan pers dan tokoh masyarakat terkait stabilitas keamanan di wilayah Sokobanah. Mengingat pelaksanaan pesta demokrasi yang sudah di depan mata, pergantian kepemimpinan di tingkat sektor dinilai dapat mengganggu ritme pengamanan yang selama ini sudah berjalan sangat baik di wilayah yang dikenal memiliki karakteristik sosial yang dinamis tersebut.

​Erlangga Setiawan, S.H., Direktur Utama Radar Kasus News sekaligus Ketua FKPRM Jawa Timur, menegaskan bahwa desakan ini muncul murni demi kepentingan publik. Menurutnya, IPTU Sujiyono telah berhasil membangun kedekatan emosional dan kepercayaan (trust) dengan warga Sokobanah, sehingga potensi konflik sekecil apa pun dapat diredam secara persuasif sebelum membesar.

"​Para wartawan menilai rekam jejak IPTU Sujiyono sangat krusial, terutama keberhasilannya menjaga kondusivitas wilayah saat pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai peta kerawanan di Sokobanah dianggap sebagai aset berharga yang sulit digantikan oleh pejabat baru dalam waktu singkat, terutama saat tensi politik mulai meningkat."tegasnya 

​Dalam pertemuan tersebut, para jurnalis menekankan bahwa efektivitas pengamanan bukan hanya soal pergantian personel, melainkan soal keberlanjutan strategi yang sudah terbukti ampuh di lapangan. Mereka berpendapat bahwa mempertahankan figur yang sudah diterima baik oleh masyarakat adalah langkah preventif paling logis guna mencegah terjadinya gesekan antar-pendukung selama agenda politik berlangsung.

​Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sampang bersama Wakapolres menyatakan apresiasinya atas masukan dari rekan-rekan media. Pihak Polres berkomitmen untuk menampung seluruh aspirasi tersebut dan akan membawanya ke dalam forum musyawarah internal guna dikaji lebih dalam, dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan organisasi dan kepentingan kamtibmas yang lebih luas.

​Meski audiensi berakhir dengan dialog yang terbuka, para wartawan menegaskan akan terus mengawal kebijakan ini hingga ada keputusan final. Mereka berharap pimpinan Polri di tingkat kabupaten dapat bersikap bijak dengan memprioritaskan rasa aman masyarakat di atas rotasi rutin birokrasi, mengingat dampak kebijakan ini akan langsung dirasakan oleh publik.

​Sebagai penutup, Erlangga mengisyaratkan bahwa jika aspirasi ini tidak mendapatkan respons konkret, pihaknya bersama elemen masyarakat lainnya mempertimbangkan langkah-langkah demokratis lebih lanjut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral insan pers dalam memastikan wilayah tetap aman dan damai menyambut pemimpin baru di masa depan.

Editor : Taufik