Jumat, 26 Jun 2026 15:27 WIB

Ahmad Dzaki Akmal Yuda IMM UPN Jatim Turut Berduka atas Wafatnya Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

Berita-compasnews.com, Surabaya - Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono, S.I.P., meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 20.36 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kabar duka tersebut menyisakan kehilangan mendalam bagi masyarakat Surabaya, termasuk kalangan mahasiswa dan insan pers.

Adi Sutarwijono yang akrab disapa Awi dikenal sebagai sosok bersahaja dan peduli terhadap masyarakat, khususnya generasi muda. Sebelum terjun ke dunia politik, ia juga pernah berkiprah sebagai wartawan media lokal Surabaya dan Tempo.

Ucapan duka cita datang dari berbagai pihak, mulai dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armuji, jajaran DPRD Surabaya, hingga elemen masyarakat.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UPN Veteran Jawa Timur, Ahmad Dzaki Akmal Yuda, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ketua DPRD Surabaya tersebut.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, turut berduka atas wafat Mas Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Semoga segala kebaikannya diterima di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Dzaki.

Menurutnya, almarhum merupakan figur yang memiliki perhatian terhadap pengembangan generasi muda. Ia menilai, generasi Z membutuhkan panduan dan langkah transformatif yang nyata untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dzaki berharap ke depan semakin banyak pemangku kebijakan, baik dari DPRD, Pemkot Surabaya, maupun pihak swasta dan BUMN/BUMD, yang memberikan perhatian konkret terhadap penguatan kapasitas generasi muda.

“Generasi muda membutuhkan arah yang praktis dan positif agar mampu bersaing serta berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tambahnya.

Wafatnya Adi Sutarwijono menjadi kehilangan besar bagi Surabaya, khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang diwakilinya. Almarhum dikenal aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat dan membuka ruang dialog dengan berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

Kini, masyarakat Surabaya mengenang dedikasi dan pengabdian almarhum semasa hidupnya.

Editor : Badwi