Selasa, 23 Jun 2026 18:18 WIB

Tragedi di Kubangan Sungai Sampang, Satu Balita Meninggal Dunia dan Satu Lainnya Kritis

Caption Foto: Tim Pamapta bersama piket Fungsi Reskrim, Intel, dan SPKT
Caption Foto: Tim Pamapta bersama piket Fungsi Reskrim, Intel, dan SPKT

Berita-compasnews.com || Sampang – Duka mendalam menyelimuti warga Dusun Cangginih, Desa Bringin Nonggal, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Dua anak balita dilaporkan tenggelam saat bermain di sebuah kubangan sungai pada Minggu sore, 15 Februari 2026. Insiden tragis ini mengakibatkan satu korban jiwa, sementara satu korban lainnya harus menjalani perawatan intensif.

​Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Korban meninggal dunia diketahui berinisial LAS yang masih berusia 4 tahun. Sementara itu, korban kedua berinisial AAK, balita berusia 2,5 tahun, saat ini tengah berjuang dalam masa kritis dan sedang mendapatkan penanganan medis di RSUD Kabupaten Sampang.

​Kronologi bermula saat seorang warga bernama Ibu Siti bermaksud menuju kubangan sungai untuk mandi. Namun, sesampainya di lokasi, ia dikejutkan dengan pemandangan dua tubuh kecil yang sudah dalam kondisi tenggelam. Dalam keadaan panik, Siti langsung berteriak histeris meminta pertolongan kepada warga sekitar yang berada di dekat lokasi kejadian.

​Mendengar teriakan tersebut, seorang warga lain bernama Busiri segera berlari menuju sumber suara. Keduanya kemudian bahu-membahu mengevakuasi kedua balita tersebut dari dasar kubangan ke pinggir sungai. Warga setempat yang mulai berdatangan langsung berupaya membawa kedua korban ke Puskesmas Torjun untuk mendapatkan pertolongan pertama.

​Setibanya di Puskesmas, tim medis segera melakukan tindakan darurat. Sayangnya, nyawa LAS tidak dapat terselamatkan dan dinyatakan telah meninggal dunia. Di sisi lain, AAK ditemukan masih dalam keadaan sadar meski kondisinya sangat lemah. Meski telah mendapatkan penjelasan medis, pihak keluarga sempat merasa tidak yakin dan meminta agar kedua korban segera dirujuk ke RSUD Kabupaten Sampang demi kepastian lebih lanjut.

​Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah cepat di lokasi kejadian. Tim Pamapta bersama piket Fungsi Reskrim, Intel, dan SPKT telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan status quo dan memasang garis polisi guna keperluan identifikasi.

​Berdasarkan hasil olah TKP awal dan keterangan para saksi, AKP Eko menjelaskan bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan sendiri tanpa adanya unsur pidana. Pihak keluarga korban pun telah menyatakan keikhlasannya atas musibah tersebut. Orang tua korban selaku penanggung jawab secara resmi membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan tuntutan hukum di kemudian hari.

​Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua di wilayah sekitar untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di dekat area perairan yang membahayakan. Saat ini, garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian sembari pihak berwenang menyelesaikan laporan akhir terkait peristiwa yang memilukan tersebut.

Editor : Taufik