Kamis, 25 Jun 2026 09:44 WIB

Susu Kedelai Diduga Basi dalam Program Makan Gratis, Picu Kekhawatiran di Rengel Tuban

Berita-compasnews.com, Tuban – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi upaya mulia dalam meningkatkan asupan gizi anak sekolah, justru menuai sorotan di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Insiden dugaan pembagian susu kedelai basi kepada siswa terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026, dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Program yang bertujuan mendukung kesehatan generasi muda tersebut mendadak menjadi perhatian setelah sejumlah siswa menemukan aroma asam menyengat dari susu kedelai yang dibagikan bersama menu piscok (pisang cokelat) dan telur rebus.

Aroma Tak Sedap Saat Dibuka

Awalnya, para siswa menyambut paket makanan dengan antusias. Namun, suasana berubah ketika beberapa botol susu kedelai dibuka. Cairan yang seharusnya segar justru mengeluarkan bau tidak sedap dan diduga telah mengalami kerusakan.

“Sangat disayangkan, program sebagus ini dicoreng oleh dugaan kurangnya pengawasan mutu. Bau susunya menyengat dan tidak layak konsumsi. Bagaimana jika sampai tertelan anak-anak?” ujar salah satu saksi di lokasi.

Beruntung, dugaan tersebut segera diketahui sebelum seluruh minuman dikonsumsi. Meski belum ada laporan resmi mengenai korban keracunan, peristiwa ini tetap memicu kekhawatiran warga.

Perlu Evaluasi dan Pengawasan Ketat

Masyarakat mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) dapur penyedia MBG di wilayah tersebut, terutama terkait proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi makanan dan minuman. Susu kedelai yang tidak disimpan dengan suhu dan penanganan tepat berpotensi terkontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola dapur terkait penyebab dugaan susu basi tersebut.

Warga berharap instansi terkait, termasuk aparat pengawas dan dinas kesehatan setempat, dapat melakukan penelusuran menyeluruh guna memastikan keamanan pangan dalam program tersebut. Evaluasi dianggap penting agar kejadian serupa tidak terulang dan program makan gratis benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak.

Kepala Desa Prihatin

Kepala Desa Mundir menyampaikan penyesalannya atas kejadian tersebut. Ia berharap pihak yayasan pengelola lebih berhati-hati dalam proses penyajian makanan, mengingat sasaran program adalah anak-anak sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya peran tenaga ahli gizi dalam melakukan pengawasan berkala terhadap kualitas makanan dan minuman yang disuguhkan.

Insiden ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh penyedia jasa makanan agar selalu mengutamakan standar keamanan pangan. Program sosial yang bertujuan mulia harus diiringi dengan pengawasan ketat, sehingga tidak berubah menjadi ancaman kesehatan bagi generasi penerus bangsa.

Editor : Badwi