Minggu, 28 Jun 2026 00:46 WIB

Ledakan LPG di Kapas Madya Surabaya, Dua Korban Kritis; Dugaan Gas Ilegal Diselidiki

Berita-compasnews.com, Surabaya — Ledakan tabung gas LPG mengguncang kawasan padat penduduk di Kapas Madya Gang 1B, Surabaya, pada Selasa sore (1/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan intensif.

Korban diketahui bernama Yudi Setiawan dan Kenzo Moreno Usu Baihaqi. Yudi mengalami luka bakar berat di bagian tangan, tubuh, dan wajah, sementara Kenzo menderita luka pada wajah akibat semburan api. Keduanya sempat mendapatkan perawatan di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya sebelum akhirnya dirujuk ke RS Asrama Haji Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. Yudi bahkan direncanakan menjalani operasi karena kondisi lukanya yang cukup parah.

Peristiwa bermula saat korban diminta memperbaiki tabung LPG yang mengeluarkan suara mendesis. Setelah regulator dilepas, tabung mengeluarkan asap putih. Namun, ketika bagian atas tabung coba dibuka, tiba-tiba terjadi ledakan hebat yang langsung memicu kobaran api.

Api dengan cepat menyambar tubuh korban dan sempat menjalar ke luar rumah, menimbulkan kepanikan warga sekitar. Seorang saksi menyebut, sebelum kejadian, ibu korban sempat keluar rumah sambil menggendong cucunya setelah mencium bau gas yang menyengat.

Di sisi lain, dugaan penggunaan LPG dari jalur tidak resmi mulai mencuat. Hal ini diperkuat oleh perbedaan harga pembelian yang lebih murah dari harga resmi di pasaran. Warga menyebut, tabung gas tersebut dibeli dari salah satu penjual di sekitar Kapas Madya yang diduga tidak hanya menjual secara eceran, tetapi juga berperan sebagai pengepul.

Keluhan terkait kualitas LPG dari sumber tersebut pun sebelumnya sudah sering terdengar, terutama karena kondisi tabung yang kerap bocor atau mengeluarkan suara “ngowos”.

Lokasi kejadian yang berada di lingkungan padat penduduk membuat insiden ini sangat berpotensi memicu kebakaran besar. Beruntung, api dapat segera dikendalikan sebelum meluas ke rumah warga lainnya.

Saat ini, pihak kepolisian bersama Pertamina tengah melakukan penyelidikan untuk menelusuri asal-usul tabung LPG tersebut serta memastikan ada tidaknya pelanggaran dalam distribusi.

Warga pun berharap adanya tindakan tegas terhadap penjual ilegal, peningkatan pengawasan distribusi LPG, serta transparansi dari pihak terkait apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan LPG dan tidak tergiur harga murah tanpa jaminan keamanan. Warga juga diimbau segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan praktik distribusi gas yang mencurigakan.

Editor : Badwi