Berita-compasnews.com, Kayong Utara – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) senilai Rp900 juta yang dibangun pada tahun anggaran 2020 di Puskesmas Padang, Kabupaten Kayong Utara, kini menuai sorotan. Fasilitas yang seharusnya menjadi penunjang layanan kesehatan tersebut dilaporkan sudah lama tidak berfungsi, sehingga memunculkan dugaan adanya ketidakwajaran dalam pelaksanaannya.
Berdasarkan keterangan warga setempat yang enggan disebutkan namanya, PLTS tersebut sempat beroperasi dengan baik pada awal pemasangan. Namun, hanya dalam hitungan bulan, sistem tenaga surya itu berhenti berfungsi hingga kini memasuki tahun 2026 belum juga diperbaiki.
“Awalnya bagus, listriknya lancar. Tapi tidak lama kemudian mati dan sampai sekarang tidak pernah digunakan lagi,” ungkapnya.
Untuk mengonfirmasi hal tersebut, awak media mencoba menghubungi Kepala Puskesmas Padang, Tomo Hartoyo, pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB melalui sambungan WhatsApp. Ia membenarkan bahwa sejak dirinya menjabat, PLTS tersebut memang tidak pernah dimanfaatkan.
“Ya, sudah beberapa tahun ini sejak saya bertugas di sini, kami tidak pernah merasakan manfaat dari aliran listrik tenaga surya itu. Untungnya masih terbantu dengan listrik dari desa,” jelas Tomo.
Lebih lanjut, Tomo mengungkapkan bahwa pihaknya telah dua kali melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara sejak peresmian proyek oleh Bupati Citra Duani pada tahun 2022. Bahkan, Dinas Kesehatan disebut telah melakukan pengecekan, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan.
Meski dengan keterbatasan pasokan listrik dan peralatan medis yang belum sepenuhnya memadai, pihak puskesmas memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Pelayanan tetap kami upayakan maksimal, meskipun kondisi listrik masih terbatas. Ke depan, jika ada penambahan alat medis, tentu membutuhkan daya listrik lebih besar. Ini yang kami khawatirkan jika PLTS tidak segera diperbaiki,” tambahnya.
Kondisi ini memicu desakan dari masyarakat agar Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki atau mengaktifkan kembali fasilitas PLTS tersebut. Selain itu, warga juga berharap adanya transparansi dan evaluasi menyeluruh terkait penggunaan anggaran proyek agar tidak merugikan kepentingan publik, khususnya dalam pelayanan kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kayong Utara terkait rencana tindak lanjut atas permasalahan tersebut
Editor : Badwi