Minggu, 26 Jul 2026 19:24 WIB

Insiden Laka Laut di Pantai Tajungan Sampang, Bocah 11 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Caption Foto: Proses Pencarian melibatkan unsur BPBD, Kepolisian Polres Sampang, TNI dan Masyarakat Setempat
Caption Foto: Proses Pencarian melibatkan unsur BPBD, Kepolisian Polres Sampang, TNI dan Masyarakat Setempat

Berita-compasnews.com || Sampang - ​Kecelakaan laut tragis menimpa seorang bocah berusia 11 tahun bernama Ahmad Badrus Sholeh Alfaqih yang ditemukan meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Tajungan, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, pada Minggu (10/05/2026) pagi.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB saat korban sedang mandi di laut bersama tiga rekannya usai berolahraga, namun kondisi cuaca ekstrem dengan arus kuat dan ombak tinggi membuat korban hilang kendali hingga terbawa arus ke tengah laut.

​Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Fajar Arif, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kehilangan tersebut pada pukul 07.12 WIB dan segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian. Menurutnya, upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh rekan korban di lokasi, namun kendala alam yang cukup berat membuat nyawa korban tidak dapat tertolong saat itu juga.

​"Kondisi ombak laut terpantau cukup tinggi dan arus kuat, korban sempat berusaha ditolong oleh temannya dengan cara dipegang, namun karena kuatnya arus, pegangan tersebut terlepas," katanya.

​Mohammad Hozin melanjutkan bahwa setelah menerima laporan tersebut, tim reaksi cepat dari BPBD Sampang bersama Agisena BPBD Jatim langsung bergerak melakukan koordinasi dengan Basarnas dan unsur SAR terkait lainnya. Tim gabungan segera melakukan penyisiran di area titik awal korban tenggelam dengan menggunakan perahu karet serta bantuan pemantauan manual dari bibir pantai.

​"Kami langsung melakukan asesmen dan pencarian intensif di area korban tenggelam dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur guna mempercepat proses penemuan," ungkapnya.

​Proses pencarian yang melibatkan personel Kepolisian dari unsur Pamapta, TNI AL, dan masyarakat setempat akhirnya membuahkan hasil setelah beberapa jam penyisiran dilakukan di sekitar perairan Pantai Tajungan. Warga sekitar yang turut membantu proses evakuasi berhasil menemukan jasad korban tidak jauh dari lokasi kejadian dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan terdapat luka pada bagian pelipis mata.

​"Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban langsung kami evakuasi untuk kemudian diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga di Dusun Paneneran guna proses pemakaman," tuturnya.

​Menutup laporannya, pihak BPBD menyatakan bahwa dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR gabungan di Pantai Tajungan resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.

Pihak berwenang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama orang tua, agar lebih waspada dan mengawasi anak-anak saat beraktivitas di area pantai mengingat cuaca laut yang sering berubah sewaktu-waktu.

Editor : Taufik