Selasa, 23 Jun 2026 06:13 WIB

Dugaan Daging Ayam Mentah di Dapur MBG Sukadana Tuai Protes Warga Posyandu

Berita-compasnews.com, Kayong Utara – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh dapur MBG Simpang Empat Sukadana menuai sorotan dari warga Posyandu Peramas Indah, Desa Pangkalan Buton, Kabupaten Kayong Utara, Senin (11/5/2026).

Warga mengeluhkan kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi setelah ditemukan potongan daging ayam yang diduga masih mentah dalam menu makanan yang dibagikan kepada balita dan orang tua peserta posyandu.

Tak hanya itu, warga juga mengaku menemukan buah salak berulat serta anggur yang sudah busuk di dalam paket makanan bergizi gratis tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran para orang tua terkait kesehatan balita yang mengonsumsi makanan tersebut.

Salah satu orang tua balita yang enggan disebutkan namanya menuturkan kepada awak media Berita Compas, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, bahwa persoalan kualitas makanan dari dapur MBG Simpang Empat bukan kali pertama terjadi.

“Selain sering datang terlambat sekitar jam 11 siang, menu makanannya juga itu-itu terus. Kebanyakan telur, kadang ayam, itu pun ada beberapa potongan yang masih mentah,” ungkapnya.

Warga juga mempertanyakan realisasi menu bergizi yang sebelumnya disebut akan menghadirkan variasi makanan, termasuk daging sapi. Namun menurut mereka, selama hampir satu tahun program berjalan, menu daging sapi baru sekali diberikan.

“Katanya seminggu sekali ada menu daging sapi, tapi selama kurang lebih satu tahun baru sekali kami dapat. Setelah itu jangankan isi daging, kulit pun tidak pernah,” tambahnya.

Masyarakat berharap pengelola dapur MBG Simpang Empat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan yang disalurkan. Pasalnya, dapur tersebut disebut sempat ditutup sementara sebelumnya dengan harapan adanya perbaikan pelayanan.

“Harapan kami setelah sempat tutup ada perubahan yang lebih baik, bukan malah menyajikan menu yang kualitasnya buruk seperti ini,” terang warga.

Meski demikian, warga mengaku tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto karena dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga kurang mampu.

“Bukan berarti kami tidak bersyukur. Program makan bergizi gratis ini sangat membantu rakyat dan kami berterima kasih kepada Bapak Presiden. Tapi fakta di lapangan jauh berbeda dari yang disebut makanan bergizi,” tutup warga.

Juminggu

Editor : Badwi