Berita-compasnews.com, Nganjuk – Aktivitas pembangunan bakal pabrik penetasan telur milik PT Srea Sewu Indonesia yang berlokasi di Desa Bendungrejo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, kembali menjadi perhatian masyarakat. Kali ini, sorotan muncul terkait dugaan keluarnya material tanah dari area proyek yang sedang dalam tahap pengerjaan.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga setempat menyebutkan bahwa material tanah hasil pengerukan di lokasi proyek diduga telah dikeluarkan dari kawasan pembangunan. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait kelengkapan perizinan lingkungan yang dimiliki perusahaan.
Warga mempertanyakan apakah proyek tersebut telah mengantongi dokumen lingkungan seperti Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) maupun perizinan lain yang berkaitan dengan pemanfaatan material hasil galian.
Selain tanah, masyarakat juga menduga adanya material batu yang ikut dikeluarkan dari lokasi proyek. Pasalnya, berdasarkan kondisi geografis lahan tersebut, area pembangunan diketahui memiliki cukup banyak kandungan batu yang muncul saat proses pengerjaan lahan berlangsung.
Menanggapi hal itu, sejumlah pihak meminta aparat penegak hukum (APH), baik dari Polres Nganjuk maupun Polda Jawa Timur, untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan guna memastikan seluruh aktivitas di lokasi proyek berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Salah satu aktivis di Kabupaten Nganjuk yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa dugaan aktivitas pengeluaran material tanah tersebut perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait.
"Apabila benar terdapat aktivitas pengeluaran dan pemanfaatan material hasil galian, maka perlu dipastikan legalitas serta perizinannya. Aparat berwenang perlu turun langsung melakukan pemeriksaan agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Srea Sewu Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengeluaran material tanah dan batu dari lokasi pembangunan tersebut.
(Sony/Bersambung)
Editor : Badwi