Rabu, 22 Jul 2026 10:54 WIB

Janji Politik Dipersoalkan Warga Pulau Maya, Fraksi PAN Bantah Abaikan Aspirasi Masyarakat

Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Sejumlah warga Dusun Kecil, Kecamatan Pulau Maya Karimata (PMK), Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Yuliani Aloh. Warga menilai hingga dua tahun masa jabatannya, belum ada realisasi terhadap aspirasi yang mereka anggap pernah disampaikan saat masa kampanye, khususnya terkait penyediaan air bersih dan penerangan.

Keluhan warga tersebut menjadi perbincangan setelah beredar video di media sosial yang menampilkan sejumlah emak-emak mempertanyakan realisasi janji politik. Video itu kemudian mengundang perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan.

Salah seorang warga, Pinan, mengaku saat kampanye di Dusun Pancur atau yang dikenal sebagai Kampung Tanjung Nibung, Yuliani Aloh bersama timnya disebut pernah menyampaikan komitmen untuk membantu kebutuhan air bersih dan penerangan apabila terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

"Yang kami ingat saat itu disampaikan akan ada bantuan air bersih dan penerangan, bahkan disebutkan panel tenaga surya untuk setiap rumah," ujar Pinan sebagaimana terekam dalam video yang beredar.

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Baim yang mengaku sebagai tim sukses Yuliani Aloh di wilayah Tanjung Nibung. Menurutnya, Yuliani Aloh tidak pernah menjanjikan program air bersih maupun penerangan sebagai janji politik.

"Ibu Yuliani tidak pernah berjanji akan memberikan program air bersih maupun penerangan. Jangan membawa nama orang yang tidak bersalah," ujar Baim kepada awak media.

Secara terpisah, Yuliani Aloh juga memberikan klarifikasi kepada Berita Compas pada 17 Juli 2026 sekitar pukul 21.19 WIB. Ia menegaskan tidak pernah menyampaikan janji sebagaimana yang beredar di masyarakat.

"Maaf bang, saya tidak pernah berjanji seperti itu. Bisa ditanya juga kepada tim saya, Baim, orang Tanjung Nibung. Kalau mau membuat berita jangan semaunya. Yang pasti saya hanya membantu apa yang diusulkan oleh relawan saya," kata Yuliani melalui pesan Messenger.

Yuliani juga menyampaikan bahwa usulan yang saat ini diterimanya dari masyarakat adalah bantuan mesin penyedot air untuk kebutuhan pemakaman. Menurutnya, usulan tersebut akan diupayakan melalui agenda reses mendatang.

Menanggapi hal itu, sejumlah warga menyatakan bahwa bantuan mesin penyedot air bukan merupakan kebutuhan yang paling mendesak.

"Selama ini kalau ada warga meninggal, kami bergotong royong menggunakan ember untuk menguras air di liang kubur. Itu tidak pernah menjadi persoalan karena kami menganggapnya sebagai amal ibadah. Yang benar-benar kami butuhkan adalah air bersih dan penerangan," ujar Pinan mewakili warga.

Warga berharap aspirasi mengenai kebutuhan dasar tersebut dapat menjadi perhatian serius dan direalisasikan. Mereka juga menginginkan adanya komunikasi yang baik antara wakil rakyat dengan masyarakat agar tidak terjadi perbedaan persepsi mengenai janji politik maupun usulan pembangunan di daerah.

(Juminggu)

Editor : Badwi