Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Peramas Indah menjadi sorotan setelah sejumlah kader Posyandu dan penerima manfaat menyampaikan keluhan terkait variasi menu makanan yang dinilai kurang beragam. Selain itu, muncul isu mengenai dugaan pengalihan pendistribusian MBG ke posyandu lain yang kemudian dibantah langsung oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Salah seorang penerima manfaat berinisial DS mengaku dirinya bersama sejumlah ibu lainnya telah menyampaikan masukan terkait menu MBG yang dinilai monoton. Menurutnya, buah apel yang dibagikan terkadang terasa masam, sementara menu makanan didominasi telur rebus, telur mata sapi, ayam goreng, dan nasi.
"Sebagai penerima manfaat, kami hanya menyampaikan saran. Kami bosan karena menunya itu-itu saja. Padahal telur bisa diolah menjadi nugget telur atau menu lain yang lebih menarik. Ayam juga tidak harus selalu digoreng karena teksturnya keras dan cukup sulit dikunyah balita," ujar DS kepada awak media, Kamis (24/7/2026).
DS menambahkan, menu dapat dibuat lebih bervariasi, misalnya ayam dimasak opor atau rendang, maupun diolah menjadi bola ayam agar lebih menarik bagi anak-anak. Ia juga mengusulkan agar sesekali nasi diganti dengan kentang sebagai alternatif sumber karbohidrat.
"Setahu kami, dapur SPPG di tempat lain mampu menyajikan menu yang lebih bervariasi. Padahal anggarannya sama. Harapan kami hanya agar kualitas pelayanan semakin baik," katanya.
Menurut DS, setelah keluhan disampaikan di grup MBG B3, muncul pernyataan yang dianggap kurang bijaksana. Ia mengaku mendapat kesan bahwa pihak yang sering mengeluh tidak akan lagi menerima MBG dan bantuan akan dialihkan kepada penerima lain.
"Padahal kami hanya menyampaikan masukan. Bukankah pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan saran demi perbaikan layanan," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Wahyu membantah adanya rencana pengalihan pendistribusian MBG maupun penolakan terhadap kritik dari penerima manfaat.
"Tidak benar jika disebut ada rencana mengalihkan pendistribusian MBG ke tempat lain. Kami tetap berkomunikasi dengan baik bersama para kader Posyandu," tegas Wahyu saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).
Wahyu juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap setiap masukan demi meningkatkan kualitas pelayanan. Ia mempersilakan kader maupun penerima manfaat menyampaikan keluhan melalui grup komunikasi ataupun secara langsung melalui pesan pribadi.
"Kalau ada keluhan atau saran, silakan disampaikan di grup atau langsung menghubungi saya. Kami akan menerima setiap masukan sebagai bahan evaluasi agar pelayanan MBG semakin baik," pungkasnya.
Editor : Badwi