Senin, 17 Agu 2026 11:27 WIB

Bebaskan Warga dari Biaya Seberang Laut, Festival Pesisir HCML Bawa Layanan Adminduk Gratis ke Mandangin

Caption Foto: Sinergi HCML dan Pemkab Sampang Perkuat Kemandirian Warga Pulau Mandangin
Caption Foto: Sinergi HCML dan Pemkab Sampang Perkuat Kemandirian Warga Pulau Mandangin

BERITACOMPASNEWS.COM SAMPANG - Husky CNOOC Madura Limited (HCML) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Pemerintah Kabupaten Sampang sukses menggelar Festival Pesisir Pantai ke-5 di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Sabtu (15/8/2026). Gelaran tahunan yang diisi dengan pertunjukan drama musikal kolosal, bazar UMKM, hingga layanan administrasi kependudukan gratis ini diselenggarakan sebagai langkah mitigasi sosial dan ekonomi guna memperkuat kemandirian warga pesisir sekaligus mendukung kelancaran operasional hulu migas di wilayah Madura.

​Manager Regional Office and Relation HCML, Hamim Tohari, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival kali ini memiliki makna tersendiri karena kembali dilaksanakan di lokasi awal mula festival digagas. Ia menegaskan bahwa Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) industri hulu migas selalu ditujukan untuk memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal yang berkesinambungan.

​"Dalam rangka melakukan program pemberdayaan masyarakat agar bisa terus berkelanjutan dan ada gemanya secara terus-menerus, program-program kami berfokus pada kegiatan yang sifatnya generating income. Kami langsung masuk pada program yang sekiranya dapat meningkatkan pendapatan serta kemandirian masyarakat lokal," kata Hamim Tohari.

​Hamim menambahkan bahwa ajang ini tidak sekadar mendorong sektor perekonomian, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menggali kembali potensi tradisi serta sejarah maritim Madura yang sempat terpendam. Pihaknya menggandeng para pegiat adat setempat untuk mengemas legenda lokal menjadi karya seni pertunjukan yang seluruh pemainnya melibatkan warga pesisir secara langsung.

​"Cerita-cerita atau hikayat yang tersembunyi di Pulau Mandangin ini digali kembali dan dituangkan dalam sebuah aksi seni dan budaya. Luar biasanya, seluruh pesertanya adalah masyarakat nelayan sendiri. Merekalah yang menari dan bermain peran dalam pementasan drama tersebut," ungkap Hamim.

​Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menyambut positif kontribusi nyata industri hulu migas dalam mendampingi masyarakat kepulauan. Slamet menekankan pentingnya peran aktif masyarakat Pulau Mandangin agar mampu menangkap peluang ekonomi dan tidak sekadar menjadi penonton di wilayahnya sendiri.

​"Saya ingin Pulau Mandangin menjadi jujukan wisata sehingga tercipta kemandirian ekonomi dan pengembangan UMKM lokal. Warga Pulau Mandangin tidak boleh hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri," tegas Slamet Junaidi.

​Selain pementasan budaya dan pemberdayaan ekonomi, warga Pulau Mandangin juga mendapatkan manfaat langsung melalui pelayanan publik gratis di lokasi acara. Salah seorang warga Dusun Barat, Khoiril Umam, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya layanan administrasi kependudukan jemput bola serta berharap adanya perhatian lanjutan terkait kebutuhan dasar warga seperti krisis air bersih.

​"Biasanya warga Mandangin kalau mau mengurus KTP harus menyeberang laut ke daratan Sampang. Layanan ini sangat menghemat biaya transportasi, waktu, dan biaya menginap," tutur Khoiril Umam.

Editor : Taufik