Rabu, 26 Agu 2026 07:00 WIB

Pemkab Sintang Perkuat Sinergi Bersama Pemangku Kepentingan Cegah Karhutla di Musim Kemarau

Berita-compasnews.com, Sintang, — Pemerintah Kabupaten Sintang terus memperkuat sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan dalam upaya mencegah dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring kondisi musim kemarau yang masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, unsur Muspika yang terdiri dari camat, Danramil dan Polsek, kepala desa di sekitar wilayah perkebunan, serta sejumlah pelaku usaha, di antaranya PT Kencana Alam Permai, PT Dharma Persada Sejahtera, dan PT Prima Sawit Andalan. Kegiatan berlangsung di Kantor PT Dharma Persada Sejahtera, Desa Sekubang.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh pemangku kepentingan menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama guna mencegah terjadinya karhutla, khususnya selama kondisi cuaca masih kering.

Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Rusmidar, S.Sos., menyampaikan bahwa Bupati Sintang telah menerbitkan SK Nomor 400.9.10/464/KEP-BPBD/2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sintang Tahun 2026.

Dengan adanya penetapan status tersebut, masyarakat kembali diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

“Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan,” demikian penekanan dalam kegiatan tersebut.

Kolaborasi lintas sektor juga mendapat apresiasi dari Kepala BPBD Kabupaten Sintang dan Kepala Desa Bernayau. Sinergi antara pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan sekaligus penanganan karhutla di wilayah sekitar.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan di tingkat desa, sejumlah sarana dan prasarana penanganan karhutla turut didistribusikan kepada desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan. Bantuan tersebut antara lain berupa alat sprayer dan masker, yang diharapkan dapat mendukung kesiapan masyarakat apabila terjadi kondisi darurat.

Kepala Desa Bernayau menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Pemerintah desa juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

Hal senada disampaikan Danramil Sepauk dan Tempunak serta perwakilan Kapolsek Sepauk dan Tempunak. Mereka mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan meminta seluruh pihak meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan selama musim kemarau.

Menurut mereka, sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, pemerintah desa, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah karhutla. Kesiapsiagaan di tingkat desa juga dinilai sangat penting agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga wilayah Kabupaten Sintang dari ancaman karhutla. Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi harus dimulai sejak dini melalui edukasi, pengawasan, kesiapsiagaan dan partisipasi aktif masyarakat.

Dengan kewaspadaan dan kolaborasi semua pihak, ancaman karhutla diharapkan dapat ditekan sehingga lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas perekonomian di Kabupaten Sintang tetap terjaga.

Editor : Badwi