Kamis, 20 Agu 2026 10:06 WIB

Balita Empat Tahun di Sampang Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Kolam Penampungan Air Tembakau

Caption Foto: Kolam penampungan air penyiraman tembakau
Caption Foto: Kolam penampungan air penyiraman tembakau

BERITACOMPASNEWS.COM || ​SAMPANG – Duka mendalam menyelimuti keluarga Halli (48), warga Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, setelah putri kecilnya berinisial F (4) ditemukan meninggal dunia usai tenggelam di kolam penampungan air penyiraman tembakau pada Rabu (19/08/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

​Kepolisian Resor (Polres) Sampang melalui Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan adanya insiden tragis yang menimpa balita tersebut di area perkebunan tembakau milik warga setempat.

​"Peristiwa ini murni musibah yang terjadi saat kedua orang tua korban sedang beraktivitas merawat tanaman tembakau di ladang," katanya.

​Insiden naas tersebut berawal ketika kedua orang tua korban, Halli dan Nayirah (45), sedang sibuk menyiram tanaman serta membuang ulat di areal ladang tembakau yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penampungan air.

​"Saat orang tuanya bekerja, kakak korban mendatangi mereka dan memberitahukan bahwa adiknya berada di dalam kolam penampungan air tersebut," ungkapnya.

​Mendengar laporan tersebut, kedua orang tua korban langsung bergegas menuju kolam penampungan air berukuran 1,5 meter x 2 meter dengan kedalaman 1 meter untuk memastikan kondisi buah hatinya.

​"Begitu sampai di lokasi, orang tua korban menemukan anaknya sudah dalam kondisi tidak bergerak dan mengapung di atas permukaan air," ujarnya.

​Meski korban sempat dievakuasi secara cepat menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa balita malang tersebut tidak dapat diselamatkan, hingga pihak keluarga memutus untuk membawa pulang jenazah.

​"Pihak keluarga menolak dilakukan tindakan visum, menerima kejadian ini sebagai musibah, dan membuat surat pernyataan resmi yang disaksikan oleh Kepala Desa setempat," tuturnya.

Editor : Taufik