Minggu, 11 Okt 2026 18:57 WIB

Program "Sejuta Liter Air Bersih" FSS Jangkau 7 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Sampang

Caption Foto: Petugas saat membantu warga yang terdampak kekeringan melalui program bantuan air bersih,
Caption Foto: Petugas saat membantu warga yang terdampak kekeringan melalui program bantuan air bersih,

BERITACOMPASNEWS.COM​ || SAMPANG – Forum Sampang Sehat (FSS) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat Kabupaten Sampang yang terdampak musim kemarau dan krisis air bersih melalui program inovatif bertajuk "Sejuta Liter Air Bersih". Penyaluran bantuan air bersih ini dilakukan secara konsisten dan istiqomah sejak pertama kali diluncurkan pada 7 September 2026 hingga pertengahan Oktober 2026 di berbagai lokasi kekeringan.

​Koordinator Program Sejuta Liter Air Bersih Forum Sampang Sehat, Jauzi, menjelaskan bahwa gerakan sosial ini merupakan agenda tahunan yang digagas oleh FSS guna meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan harian. Memasuki bulan kedua pelaksanaannya, tim di lapangan tetap berupaya optimal menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan.

​"Alhamdulillah, Forum Sampang Sehat setiap tahunnya bisa membantu warga yang terdampak kekeringan melalui program bantuan air bersih, dan pada tahun ini kita launching program sejuta liter air bersih yang menyasar ke 7 kecamatan," ujarnya. 

​Jauzi memaparkan bahwa pada tahap awal peluncuran, program ini memfokuskan sasaran distribusinya ke 5 kecamatan, yakni Kecamatan Robatal, Karang Penang, Kedungdung, Tambelangan, dan Sreseh. Untuk mengoptimalkan penyaluran, FSS menjalin kolaborasi erat dengan Bank Sampah, RSUD dr. Mohammad Zyn, Perumda Trunojoyo, PT GSM, BAZNAS Sampang, PT SSS, serta rumah sakit dan klinik swasta di Sampang.

Dalam pertengahan kegiatan, FSS juga dipercaya oleh SKK Migas - KKKS Wilayah Jabanusa (Medco Energi, Searah, HCML dan Petronas) sehingga jangkauan bantuan bertambah dua kecamatan lagi, yaitu Banyuates dan Karang Penang, menjadikan total fokus penyaluran menjadi tujuh kecamatan.

​"Kenapa tujuh kecamatan ini menjadi fokus kami, karena berdasarkan data BPBD dan investigasi sendiri di lapangan, wilayah-wilayah tersebut memang mengalami kekeringan ekstrem," ungkapnya.

​Lebih lanjut, Jauzi menegaskan bahwa penyaluran bantuan air bersih ke desa maupun dusun disesuaikan secara objektif berdasarkan permintaan langsung dari masyarakat melalui hotline yang disediakan, tanpa penentuan titik lokasi secara sepihak. Selain memastikan bantuan tepat sasaran, program ini juga memberdayakan pemilik mobil tangki lokal di tujuh kecamatan tersebut guna mendongkrak perekonomian warga setempat.

​"Hingga saat ini, berdasarkan data yang sudah direkap dan laporan tim di lapangan sesuai dokumentasi, sudah 185 tangki air bersih yang kami distribusikan kepada masyarakat," tuturnya.

​Sebagai langkah penyesuaian di lapangan, FSS memutuskan untuk menutup sementara layanan hotline bagi Kecamatan Robatal dan Kedungdung karena angka distribusinya sudah sangat tinggi.

FSS kini memfokuskan alokasi pengiriman untuk menggenjot lima kecamatan lainnya, seraya mengimbau warga yang sudah terdaftar di hotline agar bersabar menunggu antrean pengiriman armada tangki. (*)

Editor : Taufik