Senin, 19 Okt 2026 12:48 WIB

Satlantas Polres Sampang Gelar Sosialisasi Tertib Administrasi Kendaraan dan Keselamatan Berlalu Lintas

BERITACOMPASNEWS.COM || ​SAMPANG — Kepolisian Resor (Polres) Sampang melalui jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar kegiatan sosialisasi dan dialog interaktif bersama warga di Kabupaten Sampang guna mengedukasi masyarakat terkait pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor, kepatuhan aturan pajak progresif, serta keselamatan berlalu lintas, baru-baru ini. Seni (19/10/2026)

​Langkah persuasif ini diambil kepolisian guna merespons banyaknya keluhan masyarakat yang kerap didatangi petugas pos akibat surat tilang elektronik (ETLE) maupun tagihan pajak kendaraan nyasar, yang dipicu oleh kebiasaan pemilik tidak segera melakukan balik nama atau melaporkan kendaraan bekas (second) yang telah dijual kepada pihak lain.

​"Kalau kendaraan sudah dijual tapi tidak dilaporkan atau tidak segera dibalik nama, risikonya besar. Ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan—misalnya kendaraan digunakan dalam tindak pidana—pemilik lama yang identitasnya masih tercatat di surat-surat kendaraan pasti akan dimintai keterangan dan direpotkan," kata Kasatlantas Polres Sampang AKP Sulaiman SH melalui Baur STNK Samsat Sampang Aiptu Mashudi.

​Selain persoalan balik nama, kepolisian turut memaparkan skema pendataan kendaraan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang kini terhubung secara elektronik, di mana aturan pajak progresif hanya berlaku bagi kendaraan pribadi roda empat, sementara sepeda motor dan armada angkutan barang seperti truk maupun pickup dibebaskan dari beban pajak progresif meski jumlahnya lebih dari satu unit dalam satu KK.

​"Jangan naik motor pakai helm proyek. Kalau terjadi benturan di jalan, bagian belakang kepala sangat rentan. Banyak kasus kecelakaan fatal terjadi karena cedera kepala akibat tidak memakai helm yang layak, hingga mengakibatkan pendarahan serius," ungkapnya menegaskan imbauan penggunaan helm berstandar nasional (SNI) demi menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

​Petugas juga mengingatkan bahaya penggunaan helm "capeng" berukuran kecil yang marak dipakai pengendara sepeda motor, mengingat perlengkapan keselamatan yang tidak memenuhi standar kelayakan berlalu lintas dapat berakibat fatal saat pengemudi mengalami benturan keras di jalan raya.

​Menutup rangkaian kegiatan sosialisasi tersebut, jajaran kepolisian juga menegaskan komitmen komprehensif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya memutus rantai peredaran gelap narkoba yang kian mengancam masa depan generasi muda di wilayah Sampang bagian utara.

​Melalui kegiatan edukasi mendalam ini, Satlantas Polres Sampang berharap tingkat kesadaran hukum dan tertib administrasi kendaraan di tengah masyarakat semakin meningkat, sekaligus terciptanya budaya berkendara yang aman dan lingkungan sosial yang bersih dari ancaman narkotika.

Editor : Taufik