Jumat, 23 Okt 2026 19:20 WIB

Sinergi Lapas dan Polres Madiun Kota, Razia Enam Kamar Temukan Sejumlah Barang Berbahaya

Berita-compasnews.com, Madiun – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun bersama Polres Madiun Kota melaksanakan razia kamar hunian dan tes urine pada Kamis (22/10/2026) malam. Kegiatan ini merupakan upaya deteksi dini untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, meminimalisir keberadaan barang terlarang, serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

Pelaksanaan kegiatan tersebut selaras dengan Surat Perintah Polres Madiun Kota Nomor: Sprin/2281/X/PAM.3.3./2026 tentang pelaksanaan tugas Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas), Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), serta penegakan hukum terkait narkotika di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Sinergi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengawasan dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan apel bersama Aparat Penegak Hukum (APH), kemudian dilanjutkan dengan penggeledahan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Lapas Kelas I Madiun, Andri Setiawan. Razia melibatkan jajaran pengamanan Lapas serta 20 personel Polres Madiun Kota. Penggeledahan menyasar enam kamar hunian, yakni B8, B9, H2, H6, G2, dan G3, dengan fokus pemeriksaan terhadap telepon genggam, narkotika, instalasi listrik ilegal, senjata tajam, dan barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan.

Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan telepon genggam maupun narkotika. Namun, petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi membahayakan keamanan, meliputi dua kabel, satu pemanas buatan, delapan senjata tajam buatan, empat gunting, enam gunting kuku, 13 korek gas, lima sendok logam, satu mata gerinda, dua kartu remi, satu tongkat kayu, satu kaca cermin, dan satu kawat besi. Seluruh temuan tersebut diamankan untuk didata, diinventarisasi, dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Ka KPLP Lapas Kelas I Madiun, Andri Setiawan, menyampaikan bahwa razia merupakan bagian dari pengawasan rutin sekaligus langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di blok hunian.

“Penggeledahan ini merupakan langkah deteksi dini untuk memastikan kondisi blok hunian tetap aman dan tertib. Kami akan terus meningkatkan pengawasan serta melaksanakan penggeledahan secara berkala maupun insidentil. Sinergi bersama Polres Madiun Kota menjadi bagian penting dalam mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di lingkungan Lapas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Madiun Kota, AKP Triwiyono, S.Pd., M.H., menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan jajaran pemasyarakatan dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Pelaksanaan kegiatan bersama ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengawasan di lingkungan Lapas.

“Sinergi antara Polres Madiun Kota dan Lapas Kelas I Madiun merupakan langkah penting dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kami berharap koordinasi dan kegiatan bersama seperti ini dapat terus ditingkatkan untuk menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif,” ujarnya.

Kabid Administrasi Kamtib Lapas Kelas I Madiun, Sukamto, menambahkan bahwa hasil penggeledahan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan dan mencegah terulangnya keberadaan barang terlarang. Pendataan dan inventarisasi barang temuan juga dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain razia kamar hunian, petugas bersama Polres Madiun Kota melaksanakan tes urine secara sampling terhadap 10 warga binaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel dinyatakan negatif dari indikasi penyalahgunaan narkotika. Setelah kegiatan selesai, penghuni blok diberikan arahan mengenai tujuan penggeledahan sebagai bagian dari tugas rutin dan langkah antisipatif untuk menjaga keamanan lingkungan hunian.

Pelaksanaan pengamanan juga mengedepankan pendekatan humanis dan profesional, sebagaimana arahan dalam surat perintah Polres Madiun Kota. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya pelaksanaan tugas secara proporsional, tidak arogan, serta tetap memperhatikan keselamatan dan kesehaatan personel sebelum bertugas.

Kepala Lapas Kelas I Madiun, Fajar Nur Cahyono, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memperkuat pengawasan dan sinergi dengan APH dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta mendukung kelancaran program pembinaan warga binaan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Madiun bersama Polres Madiun Kota berkomitmen meningkatkan deteksi dini, memperkuat pengawasan secara berkala maupun insidentil, serta mencegah penyalahgunaan narkotika dan keberadaan barang terlarang. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban sekaligus mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif bagi pembinaan warga binaan.

Editor : Badwi