Berita-compasnews.com, Jembrana. Bali - Polres Jembrana terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda melalui pendekatan edukatif dan kolaborasi dengan masyarakat adat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian edukasi bahaya narkoba kepada generasi muda dalam kegiatan Pembukaan Pasraman Sekaa Teruna Teruni Desa Adat Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten, Jembrana Sabtu (7/11/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung pukul 20.15 hingga 21.10 WITA di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Tegalcangkring tersebut diikuti sekitar 70 peserta, terdiri atas unsur prajuru adat, panitia penyelenggara, serta para yowana Desa Adat Tegalcangkring.
Kapolres Jembrana AKBP Cheery S.M. Simamora, S.E., S.I.K., M.I.K., dalam kegiatan tersebut diwakili Kasat Resnarkoba Polres Jembrana AKP I Gusti Ngurah Made Arta Kumara, S.H., M.A.P., yang hadir sebagai narasumber. Kegiatan juga menghadirkan Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana I Nengah Subagia sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Kasat Resnarkoba memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, mulai dari pengenalan jenis-jenis narkotika beserta bentuk dan tampilannya, modus peredaran, hingga ancaman hukum bagi pelaku tindak pidana narkotika. Para peserta juga diajak meningkatkan kewaspadaan serta mengambil peran aktif dalam mencegah dan memerangi peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Selain persoalan narkoba, materi juga mencakup pencegahan aksi balapan liar yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Pada kesempatan tersebut, peserta turut mendapatkan sosialisasi layanan Call Center Polri 110 sebagai sarana pengaduan dan pelaporan masyarakat apabila membutuhkan bantuan kepolisian.
Kasat Resnarkoba Polres Jembrana AKP I Gusti Ngurah Made Arta Kumara menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga lingkungan pergaulan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun perilaku yang melanggar hukum.
"Melalui kegiatan Pasraman ini, kami mengajak para yowana untuk membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya narkoba, mengenali modus peredarannya, serta berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda," ujarnya.
Sementara itu, Ketua MDA Kabupaten Jembrana I Nengah Subagia memberikan pembekalan mengenai pengenalan kelembagaan adat, penguatan mental, peningkatan sradha, serta pentingnya menjaga dan melestarikan adat dan budaya sebagai bagian dari jati diri generasi muda Bali.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para yowana tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya narkoba, tetapi juga semakin kuat dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan ketertiban di lingkungan masyarakat.
Polres Jembrana berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan desa adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu menghubungi Call Center Polri 110 apabila mengetahui adanya gangguan kamtibmas atau membutuhkan kehadiran petugas kepolisian.
Editor : Badwi