Rabu, 01 Jul 2026 12:05 WIB

Langkah Revolusioner UNAIR, Prodi Kedokteran Banyuwangi dengan Fokus Travel Medicine Siap Dibuka 2024

Berita-Kompas.com, BANYUWANGI - Pembukaan program studi kedokteran di Universitas Airlangga (Unair) di kampus Banyuwangi menjadi langkah signifikan untuk memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan di daerah tersebut. Proses asesmen lapangan yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) menunjukkan komitmen dalam memastikan kualitas pendidikan kedokteran yang berkualitas.

“Alhamdulillah, tahapan demi tahapan telah dilalui Fikkia Unair untuk mewujudkan prodi kedoteran di Banyuwangi, kami, Pemkab bersama Unair terus bersinergi menyiapkan agar prodi kedokteran bisa segera dibuka tahun depan. Doakan semoga semua dilancarkan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (24/12/2023).  

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten dan Unair dalam persiapan pembukaan prodi kedokteran. Dia berharap agar program studi ini dapat segera dibuka pada tahun mendatang. Selain memberikan kontribusi terhadap peningkatan SDM unggul, kehadiran prodi kedokteran di Banyuwangi diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

“Selain untuk penyiapan SDM unggul dan memperkuat budaya akademis bersama kampus-kampus lain di Banyuwangi, kehadiran beberapa jurusan baru di Unair Banyuwangi, termasuk kedokteran, akan turut menggeliatkan perekonomian daerah,” imbuh Ipuk.

Asesmen lapangan yang dilaksanakan mencakup evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas, kurikulum, tenaga pengajar, dan infrastruktur pendukung. Bupati Ipuk menekankan bahwa pembukaan prodi kedokteran di Banyuwangi akan menjadi daya tarik bagi pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas SDM di wilayah tersebut.

“Program studi ini akan menarik banyak pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk datang ke Banyuwangi. Selain berdampak secara ekonomi, tentunya ini juga ikut mengerek kualitas SDM di Banyuwangi,” terang Ipuk.

Rektor Unair, Prof. Dr. Mohammad Nasih, menjelaskan bahwa tim asesor telah melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan rekomendasi untuk menilai kelayakan Unair Banyuwangi dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran. Pembukaan prodi kedokteran di Banyuwangi diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga dokter di daerah dan memperbaiki sebaran tenaga dokter yang kurang merata di Indonesia.

“Asesmen lapangan ini menjadi penentu. Tim asesor akan memberikan rekomendasi dan menilai kelayakan kita dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran yang berkualitas,” kata Prof. Nasih, tim asesor terdiri dari Prof.Dr. dr. Haerani rasyid dan Prof. Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah.

“Kita terus berupaya, semoga prodi yang sudah lama kita persiapkan bersama Pemkab ini bisa disetujui. Sehingga tahun 2024 kita sudah bisa membuka pendaftaran mahasiswa baru,” imbuh Prof. Nasih.

Prof. Nasih menegaskan bahwa persiapan Unair Banyuwangi telah dilakukan secara matang sesuai dengan standar, mencakup kelengkapan sarana prasarana dan ketersediaan tenaga dosen pengajar. Dia juga menyoroti fokus prodi kedokteran di Banyuwangi pada aspek Travel Medicine, sejalan dengan status Banyuwangi sebagai destinasi wisata nasional.

“Banyuwangi sangat siap. Peralatan dan tenaga dosen cukup. Dukungan pemkab sangat besar,” jelas Prof. Nasih.

“Ini bakal yang pertama di Indonesia, sebuah universitas ada dua prodi kedokteran. Kami pastikan prodi Kedokteran di sini berada dalam binaan penuh FKU Unair Surabaya. Sehingga kualitas penyelenggaraan dan pengajarannya terjamin,” tegas Prof. Nasih.

Pembukaan prodi kedokteran di Banyuwangi, dengan fokus pada Travel Medicine, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menjawab tantangan kesehatan terkait mobilitas wisatawan di daerah tersebut. Hal ini mencerminkan komitmen Unair untuk menyelenggarakan pendidikan kedokteran yang relevan dengan kebutuhan lokal dan nasional.

"Karena Banyuwangi ini kan juga tujuan destinasi wisata nasional, jadi rencana kami akan fokus masalah kesehatan terkait mobilitas wisatawan,” pungkas Prof. Nasih.

Pewarta : Datuk RuslanEditor : Reagan

Editor : Reagan