Bondowoso| Berita-kompas. Com - Salah satu ahli waris dari Alm. Saenal yakni Hj. Foni Erfi merasa kecewa atas ulah oknum Lurah Kel. Dabasah Kec. Bondowoso yang di duga arogan dalam pelayanan administrasi.
Pasalnya, Jum'at (23/02/2024) ke 4 Orang ahli waris tersebut mendatangi kantor Kelurahan dengan maksud hendak minta tanda tangan surat keterangan kuasa untuk persyaratan pencairan Taspen atas nama Alm. Saenal, yang dikuasakan kepada salah satu ahli waris yakni Tri Agus Ningtias sesuai kesepakatan bersama.
" Akan tetapi sesampainya di kantor tersebut Kami malah mendapat perlakuan yang tidak semestinya yaitu, minta agar semua ahli waris didatangkan untuk foto bersama, ahli waris kurang lengkap lah dan lain-lain yamg menurut kami diduga sengaja mempersulit urusan tanda-tangan di surat tersebut yang formnya dari dan atas petunjuk kantor Taspen, " Ujar Hj. Foni Erfi.
[caption id="attachment_26749" align="aligncenter" width="490"]
Salah satu Ahli waris Alm. Saenal saat hendak minta tanda-tangan pada Lurah setempat (fto, bam"s dok)[/caption]
Bahkan menurutnya, oknum.Lurah tersebut segaja mengulur waktu dengan meminta Kami datang lagi hari senin (26/02/2024), namun bukan tanda-tangan yang didapat justru Lurah tersebut malah mengusir Ahli Waris yang sudah mondar mandir mulai hari rabu (21/02/2024).
" Bukan hanyan mengusir dengan kata-kata " Saya ngak butuh sampean " oknum lurah tersebut juga terang-terangan langsung menutup pintu ruangannya, dan kejadian itu juga di saksikan oleh beberapa staf yang ada di kelurahan tersebut, silahkan tanyakan pada Mereka kalau Saya berbohong," Ucapnya dan akan melaporkan persoalan tersebut pada Pj. Bupati Bondowoso.
Terpisah Lurah Dabasah Kec. Bondowoso, Beng Safitri, S. Pd. saat dikonfirmasi menampik adanya kejadian tersebut, justru hingga saat ini pihaknya menunggu berkas yang akan ditanda-tangani dengan menghubungi ahli waris lainnya.
"Saya siap tanda-tangan karena berkas sudah lengkap, ini sudah Saya komonikasikan melaui Whatsaap sama ahli waris satunya, prihal kejadian hari jum'at itu, Saya memang ngak mau tanda-tangan karena ahli waris tidak lengkap dan butuh sidik jaro, tidak ada unsur apapun apalagi mempersulit bahkan Saya merasa tidak pernah mengusir justru Saya yang di tunjuk-tunjuk pakai.jari." Tuturnya sambil menunjukkan bukti percakapan Whatsaap dengan salah satu ahli waris yang mempertanyakan surat tersebut.
( Red )
Editor : Bambang