Selasa, 14 Jul 2026 11:28 WIB

Kabiro Sampang Pantau dan Cek Harga Beras di Pasar Rongtengah Sampang

Beritakompas.com, Sampang - Akhir akhir ini sebelum bulan puasa harga beras di Pasar Sampang tepatnya pasar Rongtengah naik darastis melambung tinggi, dan masyarakat sempat dibuat agak resah. Dengan keadaan harga tidak stabil di pasaran, Kabiro sampang media Berita kompas.com, Taufik Hidayat terjun langsung ke Pasar Rongtengah, sampang, Rabu (6/3/2024) pagi.

Dari pantauan dan pengecekannya di Pasar Rongtengah, pada salah satu Toko Beras Riski grosir dan eceran mengalami penurunan sekitar sepuluh ribu rupiah dari harga sebelum yaitu per 25 Kg menyentuh harga 383 ribu rupiah, kini harganya mulai turun dengan harga 373 ribu rupiah per satu sak isi 25 Kg. Tergantung merk beras.

Koffal karyawan, sekaligus orang kepercayaan pemilik toko Beras Riski grosir dan eceran di Pasar Rongtengah sampang mengatakan bahwa, kenaikan harga beras itu sudah hal biasa dikarenakan menjelang bulan puasa dan hari raya, itu sudah lazim pada umumnya, itupun dikarenakan stok dari lokal mengalami penurunan persediaannya.

“Kami selaku pedagang harus memesannya dari luar kota sampang, khususnya pasokan beras dari Jawa, maka harganya ada kenaikan, jadi mulai hari ini beras yang di pasok dari Jawa sudah ada penurunan harganya,” katanya.

Kabiro media Beritakompas.com, atas hasil survey di lapangan, mengajak semua pihak untuk dapat bersabar, bahwasanya harga beras signifikan berangsur turun, agar masyarakat juga dapat pulihkan kembali daya belinya, karena harga kebutuhan bahan pokok di pasar mulai turun, terutama harga beras, untuk itu, kita harapkan menjadi stabil kembali seperti sediakala.

“Dengan adanya penurunan harga beras di Pasar Rongtengah, khususnya masyarakat kota Sampang dan Kabupaten Sampang, pada umumnya. kita harapkan menjadi normal dan stabil kembali, beras merupakan salah satu bahan kebutuhan pokok sehari hari,” ungkapnya.

Semoga akan terus menjadi penurunan lagi hingga harga stabil, apalagi kalau stok berasnya cukup, pun, itu juga harus di pasok dari Jawa, dengan harga yang udah wajar, "ungkapnya'

(Taufik)

Editor : Badwi