Minggu, 28 Jun 2026 10:49 WIB

Kisah Tragis di Dusun Lambangkuning, Nyawa Satip Melayang di Tangan Tetangga Sendiri

BERITA-COMPASNEWS.COM, Malang - Tragedi memilukan terjadi di Dusun Lambangkuning, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, ketika Nyawa Satip (63), seorang warga setempat, kehilangan nyawanya dalam tangan tetangganya sendiri, Mariono. Kejadian tragis itu terjadi ketika Satip diserang dengan brutal menggunakan balok kayu oleh Mariono, mengakibatkan cedera serius di kepala yang akhirnya merenggut nyawanya.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu (28/4/2024) sore di area pemakaman dusun setempat. Saat itu, pelaku diduga mendatangi korban yang sedang berada di area pemakaman dan tanpa alasan yang jelas, menganiaya korban dengan kejam menggunakan balok kayu hingga mengakibatkan luka serius di bagian kepala.

Saksi mata yang mendengar teriakan korban segera mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban dalam keadaan bersimbah darah. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Putri korban, Siti Uswatun (26), mengungkapkan bahwa pelaku sudah tidak asing dengan tindakan kekerasan, karena sebelumnya, pada tahun 2019 dan 2021, pelaku telah dua kali membacok ayahnya. Bahkan, pada tahun 2021, ayahnya mengalami luka serius di kepala akibat serangan pelaku tersebut.

"Dulu bapak pernah dibacok pelaku, terakhir tahun 2021 lalu, sampai dijahit 16 di kepala," ungkap Uswatun saat dikonfirmasi awak media di RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Senin (29/4/2024).

Meskipun telah mendapat ganjaran penjara atas perbuatannya, Mariono tidak kapok dan kembali melakukan tindakan kekerasan dengan membacok tetangganya yang lain. Hal ini menyebabkan Mariono kembali dihukum oleh hukum.

Saat ini, pelaku baru saja bebas dari penjara selama sekitar 1 tahun. Namun, tindakan kekerasannya kembali merenggut nyawa seorang tetangga. Uswatun tidak dapat memahami motif sebenarnya dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku terhadap ayahnya.

"Kami tidak tahu masalahnya apa, sebelumnya pelaku sampaikan ke warga bahwa hari ini musuhnya telah mati. Ternyata korbannya adalah bapak saya," kata bungsu dari empat bersaudara ini.

Korban, Satip, dinyatakan meninggal dalam perawatan di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, pada Minggu (28/4/2024), pukul 23.30 WIB akibat luka parah di bagian kepala.

Belum diketahui secara pasti motif dari penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku tersebut. Kapolsek Dampit, AKP Bagus Wijarnarko, menyebutkan bahwa pelaku telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Iya benar, dan pelaku sudah kita amankan," ujar Bagus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk dilakukan autopsi guna mengungkap lebih lanjut penyebab pasti dari kematian tragis ini.

(Reagan)

Editor : Reagan