Selasa, 21 Jul 2026 07:03 WIB

LSM Salam Lima Jari Tanyakan Kepastian? Aksi Demo Warga Menuntut Atas Perbaikan Jalan Cor dan Kompensasi Dari ke Tiga Tambang

Berita-compasnews.com, Nganjuk - Adanya aksi demo kesekian kalinya oleh masyarakat karangsono kecamatan loceret ini bentuk dari ketidak pedulian para 3 pengusaha tambang,atas akses jalan desa karangsono berlobang dan rusak parah.warga karangsono meminta jalan yang rusak di cor agar saat dilalui oleh kendaraan bermuatan tanah tidak cepat rusak.selain aksi demo ini,warga kembali menanyakan kompensasi yang selama ini hanya dijanjikan.dan apabila ada kompensasi ada sebagian warga yang tidak mendapatkan,terkait kompensasi,selain warga karangsono ada juga dari desa lain juga ikut meminta kompensasi dampak debu.

"Di aksi demo warga karangsono,sesuai hasil kesepakatan warga dan ke 3 pengusaha tambang,menurut informasi dari warga,"pertama terkait jalan ke 3 pengusaha tambang sanggup melakukan pengecoran sampai batas waktu Desember 2024,kalau seandainya sampai bulan Desember tidak dilakukan perbaikan jalan maka pihak tambang akan ditutup sendiri oleh pengusahanya.kalau terkait kompensasi warga juga disetujui tetapi kita lihat dulu apakah janji memberikan kompensasi dipenuhi atau hanya sekedar pendingin suasana,jelas nara sumber media saat dikonfirmasi.

"Dengan adanya aksi demo dari warga karangsono,john LSM Salam Lima Jari yang ada di nganjuk justru menanyakan?,apakah janji dari ke 3 pengusaha tambang akan dipenuhi atau hanya sebuah janji yang untuk mereda suasana demo saja,tetapi tidak ketinggalan pula john LSM Salam Lima jari mendoakan semoga para pengusaha tambang tersebut menepati janjinya dan membayar pajak daerah,karena kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak sangat berat dilaksanakan seperti jalan cor,tidak lah mungkin pihak pupr atau pemkab Nganjuk akan menganggarkan biaya ratusan juta secara mendadak tahun 2024,kalau seandainya ada rencana rancangan anggaran tahun 2023 pasti sudah ada,sedangkan untuk kompensasi untuk desa karangsono saja belum maksimal apalagi ditambah desa lainnya yang merasakan dampak debu dari armada pengangkut tanah dari tambang.

"Lanjut john,Senen depan kami akan melakukan aksi demo di kantor kejaksaan nganjuk meminta pengusaha tambang agar dipanggil untuk menyelesaikan pajak yang belum dibayar,karena hasil dari pajak itu demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat nganjuk.

(Red)

Editor : Badwi