Senin, 29 Jun 2026 04:25 WIB

Kades Paguan Rogoh Kocek Pribadi Demi Danai Saluran Irigasi Yang Ambruk Akibat Termakan Usia

Bondowoso| Berita-compasnews. Com - Tindakan salah satu Kepala Desa di Kab. Bondowoso ini, patut dipuji. Ia rela merogok kocek dana pribadinya untuk membeli material dan digunakan merenovasi saluran irigasi yang ambruk karena termakan usia.

Pria bernama Edy yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso ini juga merupakan pengusaha jagal sapi di pasar induk Bondowoso, dirinya terbilang cukup sukses dengan berbagai inovasi dan pembenahan Infrastruktur yang dilakukan  selama hampir tiga tahun menjabat sejak terpilih pada Pilkades serentak tahun 2021 lalu.

[caption id="attachment_34946" align="aligncenter" width="621"] Renobasi saluran yang ambruk akibat termakan usia (fto.dok.bam"s)[/caption]

Selain itu saat masa pendemi covid 19 sedang parah-parahnya, ia pun tampil aktif dalam melakukan pencegahan dengan membuat MCK sebanyak 50 unit di setiap rumah warga.

Tidak sampai disitu, melalui tangan diginnya, Desa Paguan yang dulunya  dianggap wilayah sunyi dan sepi, kini telah bertransformasi menjadi desa ramai dan banyaknya aktivitas.

Edy mengaku bahwa semua itu ia lakukan semata ingin melihat desanya maju dan berkembang, meski diakui masih banyak hal yang perlu ia lakukan, salah satunya pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan kerja sesuai kondisi desa.

"Sambil menunggu penganggaran dari APBN/APBD tidak ada salahnya jika  ada bencana berupa saluran bongkar dan hal itu sangat mengganggu kegiatan pertanian, Kita renovasi dahulu, kalau ini tidak dilakukan maka berapa puluh hektar lahan pertanian yang saat ini sangat membutuhkan air akan gagal panen, soal ada dan tidaknya anggaran itu urusan belakang, kesejahteraan masyarakat lebih Kami utamakan," Ujarnya.

Terpisah, salah satu Ketua Blok (Ulu-ulu) membenarkan adanya kegiatan renovasi saluran irigasi yang ambruk sepanjang 7 meter dengan ketinggian 1, 5 meter.

" Awalnya Kami berinisiatif untuk iuran, akan tetapi kepala desa justru melarang bahkan Kami diperintahkan mencari tukang agar segera memperbaiki saluran tersebut, alhasi, kurang dari 5 hari saluran yang bongkar akibat termakan usia itu selesai dan semua petani merasa lega," Ucapnya.

Sementara itu pantauan dari media ini, saluran tersebut merupakan induk dari saluran tersier yang sebagian besar kondisi bangunannya sudah rapuh perlu adanya renovasi untuk mengantisipasi ambruknya saluran kembali, sehingga mengakibatkan kegagalan panen karena kurang air.

( Bam" S )

Editor : Bambang