Rabu, 22 Jul 2026 05:45 WIB

Ketua Umum Salam Lima Jari Ragukan Finansial ke 3 Tambang Perbaiki Jalan Karangsono Akan Terpenuhi

Berita-compasnews, Nganjuk - Setelah adanya peristiwa pada Sabtu malam,06/05/2024,alat berat eksavator dari tambang milik sdr mulyono diambil paksa oleh pihak ke 3 eksternal karena ada suatu kewajiban yang belum terselesaikan,yang berdampak pada produksi hasil tambang tersebut.

"Dengan adanya peristiwa tersebut yulma,S.H panggilan akrabnya selaku ketua umum salam lima jari saat ditemui media,dalam memberikan penjelasan, dirinya meragukan akan adanya finansial dari ke 3 tambang tersebut untuk mengecor jalan yang rusak di desa karangsono, serta kompensasi apakah benar akan diberikan terhadap warga yang terdampak,sedangkan untuk pajak minerba daerah saja belum bisa terselesaikan, walaupun kita tidak tau persis sistem lalu lintas keuangan tetapi saya yakin untuk biaya produksi tambang itu sangatlah besar, belum ditambah lagi upah para pekerja

Kalau seandainya alat berat eksha ataupun breaker itu menyewa,hitungan kasarnya saja,per alat eksavator perhari saja perlu biaya sewa + solar bisa mencapai 3,5juta belum menggaji operator,kalau ada 2 alat berat sudah berapa?Lanjut,tetapi itu tidak bisa dikaitkan dengan biaya produksi ketika pengusaha tambang sudah produksi namanya kewajiban ya tetap harus dibayar apalagi pajak minerba daerah karena hasil pajak daerah nantinya untuk kemajuan Nganjuk juga,jelas yulma,S.H saat dikantor salam lima jari.

"Sementara salam lima jari akan melakukan demo pada hari Senen(14/05/2024)dibeberapa tempat serta kejaksaan yang mana salam lima jari meminta kepada kejaksaan untuk memproses dan menindak lanjuti pengusaha tambang yang sudah dipanggil oleh kejaksaan.

(Sony)

Editor : Badwi