Sabtu, 27 Jun 2026 23:45 WIB

Sinergi TNI dan Polri dalam Mengamankan KTT World Water Forum ke-10 di Bali

BERITA-COMPASNEWS.COM, Denpasar, Bali - TNI dan Polri bersatu padu dalam melaksanakan apel gelar pasukan untuk memastikan keamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan digelar di Bali pada 18-25 Mei 2024. Apel ini berlangsung di Lapangan Niti Mandala Renon pada Rabu, 15 Mei 2024.

Kabaharkam Polri, Komjen Pol Fadil Imran, yang juga menjabat sebagai Kepala Operasi Puri Agung 2024, menegaskan bahwa apel ini bertujuan untuk memeriksa kesiapan personel dan peralatan yang akan digunakan dalam pengamanan event penting ini.

"Sebelum apel ini, kami telah mengadakan rapat personel yang bersifat detail, dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) dan Latihan Pra Operasi. Hari ini, kami mengecek kesiapan akhir personel dan peralatan," jelas Fadil.

Pengamanan acara ini dilakukan secara terpadu dengan sistem ring yang sinergis antara TNI dan Polri.

"Paspampres akan bertanggung jawab di ring 1, TNI di ring 2, dan Polri di ring 3. Ini termasuk pengamanan tamu VIP dan kegiatan lain di luar main event," tambah Fadil.

Ia juga menjelaskan bahwa Operasi Puri Agung, yang sudah sering dilakukan bersama TNI, menjadi fondasi pengamanan acara ini.

Fadil menekankan pentingnya event WWF ini, yang akan membahas isu krusial tentang air, pangan, dan energi.

"Isu-isu ini sangat penting dan membutuhkan kesatuan suara dari seluruh dunia. Ada 43 kepala negara, 4 organisasi internasional, dan 194 Menteri yang direncanakan hadir, termasuk dari kabinet Indonesia Maju," ujarnya.

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama acara, Polri melibatkan 5.791 personel yang dilengkapi dengan command center untuk optimalisasi pelaksanaan tugas.

"Jadwal kedatangan peserta dan tamu negara sudah kami atur. Tim Walrolakir akan mengantar dari bandara ke tempat registrasi dan akomodasi," jelasnya.

Polri juga akan melibatkan unit K9, polisi pariwisata, polisi obvit, dan Sabhara untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

Fadil, atas nama Kapolri dan seluruh jajaran Polri, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bali atas dukungan dan pengertiannya selama penyelenggaraan WWF. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas selama acara berlangsung dan meminta maaf atas pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas yang mungkin terjadi secara situasional.

"Kami ingin memastikan kegiatan WWF tidak mengganggu aktivitas wisata yang menjadi urat nadi ekonomi Bali," tambahnya.

Kegiatan WWF ini diharapkan mendatangkan sekitar 17 ribu peserta, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Bali.

"Mudah-mudahan kita bisa menyeimbangkan antara menggeliatnya perekonomian dan penyelesaian isu air untuk kesejahteraan kita semua," harap Fadil.

Pangkogabwilhan II, Marsekal Madya TNI Muhammad Khairil Lubis, menegaskan bahwa isu air tidak terlepas dari masalah global warming yang telah diingatkan sejak zaman Presiden SBY.

"Permasalahan air semakin nyata karena hutan yang gundul dan seringnya terjadi banjir dan longsor," ujarnya.

Ia berharap, dengan kehadiran kepala negara, masalah air dapat dibicarakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Khairil juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali yang selalu mendukung pelaksanaan KTT WWF.

"Dengan sistem keamanan yang telah dibagi antara TNI dan Polri serta kekuatan alutsista yang dikerahkan, kami berharap acara ini dapat berjalan aman dan lancar tanpa gangguan," tutupnya.

Jurnalis : DaengEditor : Reagan

Editor : Reagan