BERITA-COMPASNEWS.COM, Denpasar, Bali - Dalam rangka memastikan keamanan selama berlangsungnya World Water Forum Ke-10 tahun 2024, Polda Bali melalui Satgas Operasi Puri Agung meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk utama ke Bali. Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., selaku Wakasatgas Humas Operasi Puri Agung, menyampaikan komitmen Polda Bali dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Rabu (22/5/2024).
Hari ini menandai hari ketiga pelaksanaan KTT WWF di Nusa Dua, Bali. Mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polda Bali melakukan langkah proaktif dengan memperketat penjagaan di lima pintu masuk utama Bali: Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa Denpasar, Pelabuhan Gilimanuk Jembrana, Pelabuhan Padangbai Karangasem, dan Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng.
Personil Operasi Puri Agung disiagakan selama 24 jam di setiap lokasi tersebut. Mereka bekerja sama dengan petugas terkait untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap penumpang, barang bawaan, serta kendaraan pribadi maupun mobil barang yang masuk ke Bali. Pengawasan dilakukan tanpa henti guna memastikan keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat dalam forum internasional ini.
Jika ditemukan barang-barang mencurigakan selama pemeriksaan, Polda Bali akan mengerahkan unit K9 Polri yang dilengkapi dengan anjing pelacak. Unit ini memiliki keahlian khusus untuk mendeteksi berbagai jenis bahan peledak dan narkoba, memberikan lapisan keamanan tambahan yang diperlukan selama acara internasional berlangsung.

Selain itu, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengimbau masyarakat sekitar pintu-pintu masuk Bali untuk turut serta dalam menjaga keamanan lingkungan mereka. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak Kepolisian jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. Kerja sama antara aparat keamanan dan warga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan tertib selama berlangsungnya acara besar ini.
KTT WWF di Nusa Dua Bali merupakan perhelatan internasional yang mendatangkan banyak delegasi dari berbagai negara. Oleh karena itu, Polda Bali mengambil langkah-langkah pencegahan yang ketat untuk memastikan kelancaran dan keselamatan acara ini. Pengamanan ini mencerminkan keseriusan Indonesia dalam menjadi tuan rumah yang baik serta memberikan jaminan keamanan kepada para delegasi internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Jansen menegaskan bahwa keamanan adalah prioritas utama.
"Kami tidak ingin ada gangguan sekecil apapun yang dapat menghambat jalannya forum ini. Semua upaya telah kami maksimalkan untuk memastikan Bali tetap aman dan nyaman bagi semua pihak," ujarnya.
Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan mereka sangat dihargai oleh Polda Bali. Diharapkan, dengan adanya kerja sama yang baik antara aparat dan warga, World Water Forum Ke-10 dapat berlangsung sukses tanpa hambatan berarti. Ajakan ini menjadi penutup pernyataan Kombes Pol Jansen yang menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Bali selama acara berlangsung.
Jurnalis : DaengEditor : Reagan
Editor : Reagan