Berita-compasnews.com, Sampang – Penjabat (Pj.) Bupati Sampang, Rudi Arifiyanto, S.Sos., M.A., M.S.E. secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Kecamatan Pangarengan pada Selasa, (4/2/2025).
Musrenbang ini menjadi momentum krusial dalam merancang arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat agar mampu menggali dan mengakomodasi kebutuhan spesifik Kecamatan Pangarengan agar pembangunan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Melalui Musrenbang Desa, Kades Paguan Harapkan Usulan dan Partisipasi Masyarakat Demi Kemajuan Desa
Turut hadir para pimpinan OPD, Forkopimcam, Camat Pangarengan, anggota DPRD dari Dapil 1, para kepala desa setempat, serta tokoh masyarakat yang selama ini aktif mengawal pembangunan di wilayahnya. Selain itu, organisasi kepemudaan, perwakilan perempuan, serta para akademisi dan praktisi yang berkecimpung dalam sektor ekonomi dan sosial juga berpartisipasi dalam forum ini.
Dalam pemaparannya, Camat Pangarengan, Nur Holis S.Sos., M.M. mengungkap beberapa permasalahan utama yang masih menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah potensi besar sektor garam yang hingga kini belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani garam secara signifikan.
Menurutnya, produksi garam di Pangarengan sangat melimpah, tetapi masih banyak kendala yang harus diatasi, terutama dalam hal peningkatan kualitas dan akses pasar. Ia menekankan bahwa petani garam membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah daerah, baik dari segi teknologi pengolahan, pelatihan peningkatan kualitas, hingga fasilitasi pemasaran agar produk garam mereka bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain itu, sektor perikanan juga menjadi perhatian utama. Camat Pangarengan menyampaikan bahwa meskipun tambak bandeng dan udang menjadi salah satu potensi unggulan, hasil produksinya belum memberikan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat. Ia mengusulkan agar ada sinergi yang lebih kuat antara Dinas Perikanan dan Dinas Perdagangan untuk memastikan hasil perikanan dari Pangarengan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Kami berharap program pemberdayaan UMKM di sektor perikanan dapat lebih diperkuat sehingga para petambak dan nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi juga bisa mengembangkan usaha berbasis pengolahan ikan,” harapnya.
Merespons berbagai tantangan yang disampaikan, Pj. Bupati Sampang, Rudi Arifiyanto, menegaskan bahwa Musrenbang RKPD 2026 ini memiliki arti strategis karena menjadi perencanaan tahun pertama bagi kepemimpinan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 2024. Oleh karena itu, setiap usulan program harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 agar implementasinya berjalan efektif dan tidak tumpang-tindih.
Ia menekankan bahwa tema pembangunan Kabupaten Sampang pada tahun 2026 adalah peningkatan produktivitas sumber daya manusia serta pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan untuk percepatan pembangunan ekonomi inklusif berkelanjutan. Dalam kerangka tersebut, ia menegaskan empat aspek utama yang menjadi prioritas pembangunan, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, pengentasan kemiskinan berbasis agribisnis dan UMKM, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan inovatif.
Namun, di balik prioritas pembangunan ini, Pj. Bupati juga menggarisbawahi sejumlah tantangan yang masih harus diatasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor garam di Kabupaten Sampang, khususnya di Kecamatan Pangarengan, yang masih didominasi oleh produksi garam konsumsi dengan harga jual rendah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mendorong transformasi sektor ini agar petani garam dapat menikmati nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Sampang berencana menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan teknologi produksi garam industri. Dengan dukungan riset dan inovasi dari BRIN, para petani garam di Pangarengan akan mendapatkan pendampingan dalam penerapan teknologi geo-membran, rekristalisasi, dan metode pengolahan lainnya yang dapat meningkatkan kualitas garam mereka hingga memenuhi standar industri.
“Kami tidak bisa terus menerus membiarkan petani garam terjebak dalam siklus produksi garam konsumsi yang bernilai ekonomi rendah. Kolaborasi dengan BRIN adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas garam sehingga bisa masuk ke sektor industri,” tegasnya.
Selain peningkatan kualitas produksi, aspek pemasaran juga menjadi perhatian utama dalam strategi transformasi ini. Pj. Bupati menegaskan bahwa Pemkab Sampang akan berupaya menjalin kerja sama dengan industri dalam negeri untuk menyerap garam berkualitas tinggi dari Pangarengan. Saat ini, banyak industri di Indonesia masih mengandalkan impor garam industri, padahal dengan inovasi yang tepat, Kabupaten Sampang dapat menjadi pemasok utama di dalam negeri.
“Kita harus berani mengambil langkah maju dengan membangun kemitraan bersama industri. Jika garam kita memenuhi standar yang dibutuhkan, maka pabrik-pabrik di dalam negeri tidak perlu lagi bergantung pada garam impor,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Rudi Arifiyanto menegaskan bahwa transformasi pasar garam dari konsumsi ke industri bukan hanya sebuah peluang, tetapi juga kebutuhan mendesak agar sektor garam di Kabupaten Sampang lebih berdaya saing.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani garam, akademisi, pemerintah pusat, hingga sektor swasta, untuk bersama-sama mendorong perubahan ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pangarengan dan menjadikan Kabupaten Sampang sebagai pusat produksi garam industri nasional.
Dengan optimisme dan sinergi antara pemerintah daerah, BRIN, dan sektor industri, transformasi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi petani garam di Sampang.
Melalui langkah ini, Kabupaten Sampang dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung ketahanan industri nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Taufik Kabiro
Editor : Taufik