Siswa SMP Yang Dipukul Temannya Masih Perlu Perawatan Intensif

berita-compasnews.com

Berita-compasnews.com, Probolinggo - Korban pemukulan siswa oleh kakak kelasnya disalah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di wilayah Kecamatan Kotaanyar sampai saat ini masih memerlukan perawatan yang intensif. Sebab, kondisi tubuh korban masih lemah, masih merasa pusing dan mata kanannya masih tampak memar serta masih kemerah - merahan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh korban ketika tim media menemui langsung di kediaman korban yang berada di Dusun Gasal RT. 03 RW. 01 Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Selasa (11/2).

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa korban berinisial RSC diduga telah dianiaya oleh kakak tingkatnya dengan inisial ON pada pergantian jam ke 5-6 (sekitar 10.00 – 11.00) bertempat di kamar mandi sekolah dan kelas 8B pada sekolah dimaksud.

Pelaku melakukan penganiayaan ditemani sekelompok temannya yang berjumlah sekitar 6 (enam) orang. Namun, temannya hanya melihat saja tidak ikut melakukan pemukulan terhadap korban.

Pihak sekolah tidak mengetahui secara langsung kejadian ini. Sebab pelaku, korban, dan saksi lainnya yang melihat tidak melaporkannya kepada guru yang berada di sekolah pada waktu itu.

Pihak sekolah baru mengetahui insiden ini setelah ada telefon dari orang tua korban sekitar pukul 13.23 WIB. Mendengar hal tersebut, wali kelas bersama waka kesiswaan langsung mendatangi rumah korban dan mengantarkan korban ke RS Rizani untuk dilakukan penanganan secara medis.

Saat ini korban sudah pulang dari rumah sakit namun, kondisinya masih belum pulih seratus persen, Mata nyeri, kepala pusing masih dirasakan oleh korban.

Keluarga berharap kasus ini tetap diproses secara hukum agar ada efek jera dan tidak diikuti oleh siswa lainnya.

"Kemarin dari ada tamu kesini katanya dari Komisi Nasional Perlindungan Anak dan tadi ada tamu lagi katanya dari Polres unit PPA. Maaf kami orang awam koreksi jika salah sebut nama", terang pria paru baya yang katanya kerabat dekat korban..

Halimatus Sa'diyah

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru