Diduga Terjadi Kebocoran Soal, Cakades Yang Tereleminasi Sangat Kecewa 

berita-compasnews.com

Beritakompas.com,Lumajang-Merasa tidak puas dengan hasil tes tertulis dan menduga terjadi kecurangan, dalam proses sejak awal tahapan pendaftaran calon Kepala Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Cakades yang di gugurkan dari hasil tes tertulis kemarin, sangat kecewa dan mereka menilai bahwa demokrasi ini telah dicederai.

 Dari 8 cakades Desa Tempeh Tengah, yang mendaftarkan diri untuk maju dalam pemilihan serentak pada 27 September 2023, namun dari 8 cakades yang mengikuti tes tertulis hanya 5 calon yang lolos dan 3 tereleminasi.

Swojo salah satu calon yang telah tereleminasi ketika di konfirmasi media ini melalui telepon selulernya menyampaikan rasa kecewanya, bahkan ia baru sekarang ini yang di buat benar-benar sangat kecewa oleh panitia,"saya sudah 6 kali ini mas mendaftar, tapi yang sekarang ini saya sangat kecewa, karena demokrasi ini telah dicederai, bahkan sejak awal saya sudah memprediksi kalau akan gugur, sebabnya ada dugaan kebocoran soal",katanya Jumat (01/09/2023) malam.

Ia juga mengatakan jika salah satu calon ini ada dugaan mengeluarkan uang hingga mencapai Rp.150.000.000, (seratus lima puluh juta rupiah) untuk bisa mendapatkan bocoran soal, tetapi ia juga mengungkapkan jika untuk pembuktianya itu sangat sulit.

"Bahkan salah satu calon itu telah menyiapkan uang mas Rp.150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) untuk bisa mendapatkan bocoran soal itu, dan mereka menyiapkan calon bayangan, itu sudah kita prediksi dari awal mas, dan ternyata benar, saya, Noto dan Dwi benar di gugurkan dengan hasil tes tertulis kemarin",jelas Swojo.

Kekecewaan juga di alami oleh Noto yang juga Ketua DPC TKN Kabupaten Lumajang dan juga calon Kades yang di gugurkan tidak terima dan ada dugaan bahwa ini semua ada permainan antara Panitia dan calon-calon yang di loloskan, ia akan mempersoalkan hasil tes ini, dan pihaknya akan mengambil langkah setelah bertemu dengan Ketua Umum TKN,"Saya tidak terima kalau di gugurkan dan semua persyaratan dari awal sudah kita ikuti, setelah tes saya langsung keluar dan tidak menanda tangani berkasnya, itu ada dugaan kecurangan baik panitia juga calon-calon yang di loloskan",katanya dengan nada tinggi.

Lebih lanjut Noto bersama pendukungnya juga Ketua Umum TKN akan mengambil langkah, demi keadilan ini, "kalau panitia mempersoalkan umur kenapa umur, apa di Perbup ada batasan umur, dan terkait lainya, ini sudah jelas tidak fair panitia, yang jelas mereka ada permainan dengan semua ini, agar saya dan Swojo juga Dwi sengaja dijegal dan tidak di loloskan",ungkapnya Jumat (01/09/2023).

  Sementara itu Ketua Panitia Pemilihan Cakades Tempeh Tengah Hamsali ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa dari hasil tes tersebut ada 5 calon yang masuk yaitu, 

"Sesuai hasil penetapan Calon Kades Tph Tgh di Lumajang pada Kamis, 31-8-2023 adalah :

1. Mochamad Mashudi

2. Susi Agustinah

3. Anisah Nurullia.S

4. Rini Wulan Ndari

5. Moh.Mansyur Sah

Maka ke 5 org inilah yg berhak untuk ikut pada putaran berikutnya, yaitu

Pilkades di desa Tph Tgh pd tgl, 27-9-2023.

Demikian Terimakasih",ujarnya kepada media ini Kamis (31/08/2023) malam.

Kandidat Cakades yang tidak lolos adalah Noto yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Tapal Kuda Nusantara (DPC-TKN) Lumajang, dan Swojo juga Dwi, ketiganya di katakan gugur karena tes tertulis mendapatkan nilai terendah.

Menurut Hamsali ketiganya dianggap gugur karena dari segi usia dan lainya, "yang dimaksud tereleminasi itu adalah seleksi lanjutan di lakukan oleh panitia kabupaten, ya tadi itu hasilnya antara lain penilaian termasuk ijazah, dan penilaian umur, pengalaman kerja, yang terakhir penilaian tes tadi, dan nilai itu di rangkum, karena menurut Perbupnya minimal harus lima calon, karena ada 8 calon akhirnya kita lakukan tes tulis, yang 3 harus gugur tereliminasi mas",jlentrehnya.

Di lain pihak Ketua Umum Tapal Kuda Nusantara (TKN) Prasetyo Eko Karso, angkat bicara terkait digugurkanya saudara Noto yang juga Ketua DPC TKN Lumajang, ia menyampaikan bahwa ini tidak bisa dibiarkan, ia bersama timnya akan turun dan segera berkoordinasi untuk langkah selanjutnya, menurut Eko sapaan akrabnya, ada dugaan panitia ini bermain curang dengan salah satu Cakades tersebut, "ini tidak bisa dibiarkan dan harus di ungkap, karena ini sudah mencederai demokrasi, bisa jadi calon tertentu ini mendapatkan bocoran soal tes tertulis itu, kalau perlu kita akan gugat panitia pemilihan itu, juga panitia Kabupaten itu, jelas disitu ada dugaan kecurangan, sengaja panitia menggugurkan ketiga calon itu",tegasnya.

Penulis: Andi

Editor : Redaksi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru