BeritaCompasNews.Com || Sampang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggelar Istighosah dan pembacaan shalawat yang berlangsung di Pendopo Trunojoyo di Jalan Wijaya Kusuma, Kota Sampang, Kamis (2/7/2026) malam.
Acara yang mengusung tema "Memperkuat Iman, Dekatkan Diri kepada Allah SWT" digelar dipendopo Trunojoyo dalam rangka menanamkan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah kyai, tokoh agama, ulama, ustadz, santri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan lurah di Sampang, bekerjasama dengan komunitas Kelompok Sarungan.
Bupati Sampang H Slamet Junaidi, diwakili Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Sampang Dr. Zaiful Muqaddas, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya istighosah dan shalawatan. Ia mengatakan, acara tersebut merupakan kegiatan rutin bulanan setiap malam Jumat manis.
"Alhamdulilah kegiatan ini bisa terlaksana secara konsisten, ini merupakan gagasan pak Bupati Sampang dalam rangka meningkatkan iman dan ketaqwaan," ucap Zaiful Muqaddas, Kamis malam.
Menurutnya, melalui lantunan shalawat yang menggema di Pendopo Trunojoyo menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Kata Muqaddas, kehadiran sejumlah kyai, ulama, serta tokoh agama, hingga santri dari berbagai pondok pesantren di Sampang menjadi wujud kebersamaan masyarakat terhadap nilai-nilai keimanan.
Dengan begitu, lanjut dia, pembacaan doa dan shalawat yang dipanjatkan membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, demi menghadirkan Kabupaten Sampang yang semakin aman rukun dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat.
"Semoga terus kita tanamkan doa dan pembacaan shalawat ini sebagai wujud cinta kepada Rasulullah SAW agar memberikan kedamaian dan ketentraman untuk umat," katanya.
Dalam kesempatan itu juga menguraikan tentang sejarah panjang lahirnya Kabupaten Sampang pada tanggal 23 Desember 1624. Saat itu, Raden Praseno atau Cakraningrat I dilantik sebagai Adipati oleh Sultan Agung Mataram untuk memerintah Madura Barat dengan pusat di Sampang.
“Dari turunan Raden Prasetyo inilah lahir Pangeran Trunojoyo. Dilantiknya Raden Praseno tahun 1624 menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Sampang,” jelasnya.
Dia juga menyebut bukti sejarah berupa Makam Ratu Ibu di Madegan dengan gapura yang bertuliskan angka tahun 1624. Gapura serupa juga dibangun di perbatasan Kabupaten di Jrengik dan Camplong, serta Gapura masuk Pendopo Bupati Sampang sebagai simbol penghargaan terhadap sejarah tersebut.
"Maka itu acara ini juga untuk Bertawassul kepada pendiri di Kabupaten Sampang, bagaimanapun mereka telah berjasa membangun Sampang," terangnya.
"Konsistennya kegiatan keagamaan ini bukti pemerintahan yang peduli terhadap akar budaya, sejarah, dan nilai keislaman," pungkasnya.
Editor : Taufik