Presiden GAPKM Apresiasi KPK RI: Penahanan  Tersangka Kasus Hibah Jatim Jawab Penantian Panjang, Dorong KPK Tahan Politi

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Jakarta – Setelah setahun kasus dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur seolah terhenti di tengah jalan, kini publik akhirnya bisa bernapas lega. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI resmi menahan empat tersangka dalam kasus yang sempat menjadi misteri panjang di ruang publik. Langkah tegas ini mendapat apresiasi tinggi dari Presiden Gerakan Aktivis Pelayan Kesejahteraan Masyarakat (GAPKM) yang menyebut tindakan KPK sebagai bukti nyata komitmen hukum dalam menegakkan keadilan.

Presiden GAPKM , Juned ST menyampaikan penahanan ini adalah jawaban atas doa dan harapan masyarakat yang menginginkan keadilan tidak hanya berhenti di tataran janji.  

Baca juga: Bawa Koper Bukti ke KPK: LSM HJM Laporkan Dugaan Korupsi 100 Desa di Lamongan dan Dugaan Jual Beli Pokir DPRD Lamongan

“Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada KPK RI. Setelah setahun mandek, kini langkah nyata telah diambil. Ini bukti bahwa keadilan memang masih hidup di negeri ini,” ujarnya penuh semangat, 3/10/2025.

Namun, Presiden GAPKM juga mendorong agar KPK tidak berhenti pada empat tersangka saja. Ia menilai bahwa ada sejumlah nama lain yang diduga kuat memiliki keterkaitan termasuk dua politisi dari Partai Gerindra, yaitu Anwar Sadad, anggota DPR RI, dan Mahrus, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

 “Kami mendesak KPK agar memanggil dan menahan Anwar Sadad dan Mahrus bila memang ada cukup bukti. Jangan ada tebang pilih. Inilah saatnya menunjukkan komitmen nyata dalam membersihkan praktik-praktik korupsi, siapapun pelakunya,” tegasnya.

Presiden GAPKM juga menyinggung bahwa langkah bersih-bersih ini sejalan dengan visi besar Presiden RI terpilih Prabowo Subianto yang selama ini dikenal sebagai tokoh yang lantang menentang korupsi dan ketidakadilan.  

Baca juga: Bapenda Klarifikasi, Publik Balik Bertanya: Di Mana Data dan Kajian Sosial-Ekonomi?

“Sebagai simbol kekuatan bangsa, Partai Gerindra yang berlambang burung Garuda harus menjadi garda terdepan dalam perang melawan korupsi. Kami percaya, Pak Prabowo pasti mendukung langkah bersih-bersih ini demi menjaga marwah partai dan menegakkan keadilan,” Tambahnya.

Presiden GAPKM menegaskan penegakan hukum yang berani dan tanpa pandang bulu akan menjadi pondasi bagi bangsa yang bermartabat. Publik kini berharap, KPK terus melanjutkan penyelidikan dengan jujur, tegas, dan transparan agar semua yang terlibat dalam skandal dana hibah ini bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

 “Keadilan mungkin tertunda, tapi tak akan pernah sirna. Kini saatnya, KPK menunjukkan bahwa hukum tak bisa dibeli, dan keadilan tak bisa ditukar,” tutup Presiden GAPKM dengan penuh keyakinan.

Baca juga: Penyidik KPK Sisir Pendopo Aryo Situbondo dan Bawa Keluar Satu Koper Warna Merah Diduga Barang Bukti

Dengan langkah ini, publik menaruh harapan besar bahwa era baru pemberantasan korupsi benar-benar dimulai bukan hanya untuk menindak pelaku tapi juga untuk membersihkan partai politik dari noda ketidakjujuran.

Redaksi

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru