​"Lanceng Kajuk Pukau Warga Sampang dalam Gelaran Amal"

Reporter : Taufik
Foto: penampilan ​"Lanceng Kajuk dan Pukau Warga Sampang dalam Gelaran Amal"

Berita-compasnews.com || Sampang - ​Paguyuban Combudug Sampang (PCS) sukses menggelar aksi bakti sosial yang memadukan pertunjukan budaya khas Madura, Daul Dug-dug, di Alun-alun Trunojoyo, Sampang. Sabtu (20/12/2025) malam.

Kegiatan ini bertujuan utama untuk menggalang donasi bagi para korban bencana alam yang tengah menimpa saudara-saudara di wilayah Sumatera. Penampilan memukau dari grup musik tradisional dug dug ini berhasil menyedot perhatian ribuan pasang mata yang memadati pusat kota.

Baca juga: PH Living Kamboja X Semut Ireng Pukau Warga dalam Parade Combodug "Atellasene Sampang 2026"

Suasana Alun-alun Trunojoyo berubah menjadi panggung seni yang megah saat grup Dug-dug Lanceng Kajuk tampil memberikan performa terbaik mereka. Dentuman musik tradisional yang ritmis dan energik menggema, menciptakan perpaduan unik antara hiburan rakyat dan gerakan kemanusiaan.

Penonton yang hadir tampak terhipnotis oleh harmoni musik yang dibawakan, membuat suasana penggalangan dana menjadi lebih meriah namun tetap khidmat.

​Kegiatan ini diselenggarakan secara khusus sebagai bentuk solidaritas masyarakat Madura terhadap musibah yang melanda Sumatera baru-baru ini.

Panitia penyelenggara memandang bahwa budaya lokal memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan hati masyarakat. Dengan menghadirkan kesenian Daul, pesan kepedulian yang ingin disampaikan dapat diterima dengan lebih hangat dan antusias oleh warga Sampang yang melintasi area alun-alun.

Baca juga: Simfoni Malam Ramadan: Gemuruh Perkusi Lanceng Pekalongan Pukau Penonton di Parade Dugdug Sampang"

​Dalam perhelatan tersebut, tampil beberapa grup musik tradisional ternama seperti Lanceng Toraja dan Lanceng Kajuk. Namun, grup Dharma Langit dilaporkan absen dalam kesempatan ini karena tengah memenuhi agenda penting lainnya. Meskipun tanpa formasi lengkap dari seluruh grup besar, kualitas pertunjukan tetap terjaga dan sukses memantik kedermawanan warga yang hadir untuk menyisihkan sebagian rezeki mereka.

Guna menjaga integritas dan kepercayaan publik, PCS bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Sampang dalam pengelolaan dana. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh donasi yang terkumpul akan tersalurkan secara transparan dan tepat sasaran kepada para korban di Sumatera. Langkah ini diambil agar aksi sosial tersebut tidak hanya berhenti pada kemeriahan panggung, tetapi memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Ketua Umum PCS, Bagus Wahyudi, menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa mendampingi langsung pergelaran tersebut. Hal ini dikarenakan dirinya harus menghadiri pengambilan piala juara umum dalam ajang lomba Dug-dug Gubernur Cup di Pamekasan.

Baca juga: Disokong PT Amin Bromo Group, RPS "Dekingan Pusat" Akan Guncang Parade Combodug 2026

Meski demikian, ia menegaskan bahwa."Aksi budaya ini merupakan sarana penting untuk memupuk solidaritas dan membuktikan bahwa komunitas seni memiliki peran krusial dalam misi kemanusiaan."tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Farid, pemain perkusi dari grup Lanceng Kajuk, menyatakan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam acara amal ini. Menurutnya,"Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, memainkan musik Dug-dug adalah cara terbaik yang bisa mereka lakukan untuk membantu sesama. Baginya, setiap ketukan musik yang dimainkan adalah doa dan dukungan moral bagi para korban bencana di Sumatera."ujar Fariq

Aksi yang diinisiasi oleh Paguyuban Combudug Sampang ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Indonesia. Melalui kegiatan ini, mereka membuktikan bahwa pelestarian budaya lokal Madura tidak hanya berfungsi sebagai tontonan, tetapi juga sebagai kekuatan pemersatu untuk menumbuhkan empati di tengah berbagai cobaan yang melanda tanah air.

Editor : Taufik

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru