Berita-compasnews.com, Surabaya – Penanganan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di kawasan Simolawang 6/22A, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, menuai sorotan. Pasalnya, hingga hampir satu bulan sejak dilaporkan, pelaku pencurian tersebut belum juga berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.
Kasus ini tengah ditangani Unit Reskrim Polsek Simokerto, Polrestabes Surabaya. Namun sampai saat ini proses penyelidikan masih disebut dalam tahap pendalaman, sementara pelaku diduga masih bebas berkeliaran.
Baca juga: Aksi Curanmor di Simolawang Gang 6 Surabaya, Honda Beat Warga Digondol Pelaku
Korban, Manhuri (28), warga setempat yang kehilangan sepeda motornya, mengatakan bahwa perkembangan penanganan perkara tersebut ia ketahui melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari kepolisian.
“Surat SP2HP dari kepolisian diterbitkan pada Kamis, 5 Maret 2026 dengan nomor B/23/SP2HP-LP/B/23/II/2026/Reskrim,” ujar Manhuri saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Manhuri menjelaskan, sepeda motor yang hilang adalah Honda Beat tahun 2022 berwarna merah hitam dengan nomor polisi L 3461 AAU. Kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Simokerto dengan nomor laporan polisi TBL-B/23/II/RES.1.8/2026/Reskrim/SPKT Polsek Simokerto/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.
Ia menceritakan, peristiwa pencurian terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu sepeda motor diparkir di depan rumah setelah digunakan oleh pamannya untuk membeli kebutuhan dapur menjelang acara haul keluarga yang akan digelar pada malam hari.
Namun tidak lama setelah diparkir, sepeda motor tersebut diketahui sudah tidak berada di tempat semula. Menyadari hal tersebut, Manhuri bersama pamannya kemudian mendatangi rumah Ketua RT 05 untuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
“Dari rekaman CCTV terlihat jelas sepeda motor dibawa oleh seseorang. Bahkan wajah pelaku tampak cukup jelas dalam rekaman tersebut,” ungkapnya.
Setelah memastikan kejadian itu, Manhuri segera melaporkan kasus tersebut ke Polsek Simokerto dengan membawa rekaman CCTV sebagai barang bukti. Namun hingga kini, hampir satu bulan sejak laporan dibuat, pelaku masih belum berhasil ditangkap.
“Setelah kejadian saya langsung melapor ke Polsek Simokerto dan menyerahkan rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah pelaku dengan cukup jelas. Tapi sampai sekarang pelaku belum tertangkap,” katanya.
Manhuri mengaku kehilangan sepeda motor tersebut sangat berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Pasalnya, kendaraan itu merupakan satu-satunya sarana transportasi yang ia gunakan untuk bekerja.
“Sejak motor hilang, saya terpaksa menggunakan ojek online untuk beraktivitas maupun berangkat kerja,” tambahnya.
Ia pun berharap pihak kepolisian, khususnya Polsek Simokerto, dapat bekerja lebih maksimal dalam mengungkap kasus tersebut. Mengingat rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah pelaku telah diserahkan sebagai bukti awal.
“Harapan saya pelakunya segera ditangkap dan motor saya bisa ditemukan kembali. Selain itu juga agar masyarakat merasa lebih aman dari kejahatan curanmor yang semakin meresahkan,” pungkasnya.
Editor : Badwi