Berita-compasnews.com, Surabaya – Olahraga menembak tidak selalu tentang ketepatan membidik sasaran dan keterampilan menarik pelatuk. Di balik aktivitas tersebut, terdapat proses melatih konsentrasi, mengendalikan emosi, membangun kedisiplinan, serta menjaga keseimbangan hidup.
Hal itu dirasakan Ma’sum Afnani, seorang pimpinan redaksi yang aktif mengelola tiga media online. Di tengah kesibukannya menjalankan berbagai aktivitas, olahraga menembak menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kebugaran sekaligus melatih fokus dan ketenangan.
Baca juga: Team Voli PBVSI Mutiara Sampang Ikut Serta Dalam Pertandingan Kejurprov U15 Piala Kapolda Jatim
Bagi dia, menembak bukan sekadar hobi. Latihan yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian dari gaya hidup yang membuat dirinya semakin bersemangat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
“Olahraga menembak bukan hanya soal kemampuan membidik sasaran. Kita belajar berkonsentrasi, mengendalikan diri, disiplin dan tetap tenang sebelum mengambil keputusan,” ujarnya. (12/8)
Kesibukanya terbilang cukup beragam. Selain menjalankan peran sebagai pimpinan redaksi, ia juga aktif sebagai salah satu anggota satuan keamanan di sebuah perusahaan BUMN di Surabaya.
Di sela tugas tersebut, ia tetap turun langsung menjalankan aktivitas jurnalistik. Meski memiliki posisi sebagai pimpinan redaksi, dirinya mengaku tidak ingin hanya berada di balik meja. Ia sesekali turun ke lapangan untuk melakukan peliputan di berbagai instansi.
Baginya, kehadiran langsung di lapangan menjadi bentuk tanggung jawab terhadap pekerjaan sekaligus cara untuk memahami kondisi secara lebih nyata.
Aktivitasnya juga tidak berhenti di dunia jurnalistik. Ketika terdapat kegiatan atau instruksi dari organisasi kepemudaan yang diikutinya, dia juga turut hadir dan menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari Satuan komando inti.
Hal serupa dilakukan dalam aktivitas organisasi kemasyarakatan suku Madura. Ia tetap berusaha hadir dan berkontribusi sebagai bagian dari kepengurusan di bidang satuan tugas (SATGAS).
Baca juga: Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk
Di sela waktu istirahat, Ma’sum juga menekuni bidang seni, khususnya seni kaligrafi Arab. Menulis dan melukis menjadi aktivitas lain yang memberinya ruang untuk berkreasi sekaligus menjaga keseimbangan pikiran.
Beragam aktivitas tersebut membuat dirinya dikenal sebagai sosok multitalenta, yakni pribadi yang memiliki sejumlah bakat, kemampuan atau keahlian di berbagai bidang dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, dari berbagai aktivitas yang dijalaninya, olahraga menembak memiliki tempat tersendiri.
Menurut Ma’sum Afnani yang sehari harinya akrab dipanggil bang Bledex, latihan menembak mengajarkan seseorang untuk tidak terburu-buru. Sebelum menarik pelatuk, seorang penembak harus mampu mengatur posisi, menjaga konsentrasi, mengendalikan pernapasan dan memastikan sasaran dengan penuh ketenangan.
Nilai-nilai tersebut, menurut dia, juga relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia
“Ketika kita fokus pada sasaran, kita belajar mengesampingkan gangguan. Prinsip itu bisa diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan. Fokus, disiplin dan tenang dalam mengambil keputusan,” katanya.
Bagi seorang dengan aktivitas yang padat, olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan, organisasi, kreativitas dan kehidupan pribadi.
Menembak pun akhirnya tidak hanya dipandang sebagai olahraga keterampilan dan ketangkasan. Lebih jauh, aktivitas tersebut menjadi sarana membentuk mental, meningkatkan konsentrasi dan membangun karakter.
Saat peluru melaju menuju sasaran, ada proses panjang yang mengajarkan manusia untuk fokus, tenang dan mampu mengendalikan diri. Karena itu, bagi Ma’sum, olahraga menembak bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari perjalanan menuju hidup yang lebih sehat, disiplin dan seimbang.
Editor : Badwi