Berita-compasnews.com, Jembrana. Bali - Mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat menjadi salah satu tujuan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) yang dilaksanakan Kapolres Jembrana AKBP Cheery S.M. Simamora, S.E., S.I.K., M.I.K., di Masjid Jami Nurul Amin, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Jumat (23/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolres mengajak masyarakat untuk bijak bermedia sosial dan bersama-sama mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat memicu keresahan serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Jangan mudah percaya atau terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Periksa sumbernya terlebih dahulu sebelum membagikannya. Menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat, termasuk dalam mencegah penyebaran hoaks,” pesan Kapolres Jembrana.
Baca juga: Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Jembrana Motivasi Mahasiswa RIC Bali Siapkan Masa Depan
Kegiatan tersebut menjadi sarana silaturahmi dan dialog langsung antara jajaran kepolisian, tokoh agama, serta pengurus masjid. Kapolres hadir didampingi Kasat Intelkam AKP I Kadek Ardana, S.H., Kasat Lantas AKP I Wayan Sugianta, S.H., Kasat Binmas IPTU I Putu Suardana, serta Kapolsek Negara AKP Andi Prasetio, S.H., M.H.
Kehadiran Kapolres beserta rombongan mendapat apresiasi dari Ketua Takmir Masjid Jami Nurul Amin, H. Jailani, bersama tokoh agama dan pengurus masjid. Kunjungan tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan jajaran kepolisian sekaligus menyampaikan aspirasi terkait kamtibmas.
Dalam penyampaian pesan kamtibmas, Kapolres mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama melalui media sosial. Informasi dengan judul provokatif, sumber tidak jelas, serta penggunaan foto atau dokumentasi lama yang tidak sesuai konteks perlu diwaspadai.
Masyarakat diimbau untuk memeriksa kebenaran informasi melalui sumber tepercaya, tidak mudah terpancing emosi, serta tidak meneruskan konten yang belum terverifikasi. Kapolres juga mengajak tokoh agama dan pengurus masjid untuk menyampaikan pesan tersebut kepada keluarga dan generasi muda agar semakin bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Selain membahas pencegahan hoaks, kegiatan Jumat Keliling juga diisi penyampaian pesan keselamatan berlalu lintas oleh Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta, S.H. Ia mengingatkan masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai ketentuan.
Dalam sesi dialog, H. Jailani menyampaikan pertanyaan mengenai kemungkinan pemberlakuan SIM seumur hidup serta persyaratan penerbitan SIM. Menanggapi hal tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa penerbitan SIM harus mengikuti ketentuan yang berlaku untuk memastikan pemohon memenuhi persyaratan kompetensi dan keselamatan berkendara.
Kasat Lantas menambahkan bahwa proses penerbitan SIM mencakup persyaratan kesehatan, pemeriksaan psikologi, serta ujian teori dan praktik sesuai ketentuan. Ia juga menjelaskan bahwa SIM memiliki masa berlaku dan harus diperpanjang sesuai peraturan yang berlaku.
Sementara itu, H. Muhayat menyampaikan perhatian mengenai penyebaran hoaks dan konten media sosial yang berpotensi melanggar hukum. Ia juga mengusulkan agar sosialisasi kamtibmas diperluas ke lingkungan sekolah.
Menanggapi masukan tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa edukasi kepada pelajar merupakan bagian dari upaya Polri membangun kesadaran hukum sejak dini, termasuk melalui program Peduli Pendidikan yang dilaksanakan Polres Jembrana seminggu sekali pada sekolah - sekolah uang ada di Kabupaten Jembrana. Masyarakat juga diingatkan agar menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab dan memahami konsekuensi hukum apabila suatu konten memenuhi unsur pelanggaran.
Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polres Jembrana terus mendorong terjalinnya komunikasi yang terbuka dengan masyarakat serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan. Partisipasi tokoh agama, pengurus masjid, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan menjadi kekuatan bersama untuk menangkal hoaks, meningkatkan kesadaran berlalu lintas, dan mewujudkan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif di Kabupaten Jembrana.
Editor : Badwi