BERITA-COMPASNEWS.COM, Denpasar, Bali - Event internasional World Water Forum (WWF) ke-10 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, memberikan dampak positif yang signifikan terhadap sektor pariwisata dan usaha kecil menengah di daerah tersebut. Masyarakat lokal, khususnya para pedagang UMKM, merasakan lonjakan ekonomi yang berarti selama berlangsungnya acara ini.
Bapak Nyoman Sudarma, seorang pedagang UMKM di Nusa Dua, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pemerintah pusat yang telah memilih Bali sebagai tuan rumah WWF ke-10.
"Saya selaku masyarakat sekaligus pedagang UMKM sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat karena event World Water Forum ke-10 diselenggarakan di Nusa Dua Bali ini. Kami sangat merasakan dampak peningkatan ekonomi," ujar Nyoman Sudarma pada wawancara Rabu (22/5/2024).
Menurut Nyoman, selama acara berlangsung, aktivitas masyarakat setempat tidak mengalami gangguan. Akses untuk berjualan dan beraktivitas sehari-hari tetap lancar, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat ekonomi tanpa harus mengorbankan rutinitas harian mereka.
"Kami dari masyarakat tidak ada keluhan saat event World Water Forum ini berlangsung, karena akses kami untuk beraktivitas tidak terganggu," tambahnya.
Selain itu, Nyoman juga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja TNI dan Polri yang berhasil menjaga keamanan selama acara berlangsung.
"Kami juga sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada TNI-Polri karena bekerja sangat maksimal mengamankan event World Water Forum ke-10 ini," ujarnya menutup wawancara.
World Water Forum ke-10 yang diadakan di Bali ini bukan hanya sebuah pertemuan internasional yang membahas isu-isu air dunia, tetapi juga menjadi momen penting bagi Bali untuk menunjukkan kemampuannya dalam menyelenggarakan acara internasional berskala besar. Acara ini menghadirkan ribuan delegasi dari berbagai negara yang berdampak langsung pada peningkatan okupansi hotel, penjualan produk lokal, dan berbagai layanan pariwisata lainnya.
Kehadiran delegasi internasional ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk-produk mereka ke pasar global. Berbagai produk kerajinan tangan, makanan khas Bali, dan produk UMKM lainnya menjadi incaran para delegasi yang ingin membawa pulang kenang-kenangan dari Bali.
Pemerintah daerah Bali pun berperan aktif dalam memfasilitasi pelaku usaha lokal untuk dapat berpartisipasi dalam event ini. Berbagai stand UMKM didirikan di sekitar lokasi acara untuk memudahkan para delegasi mengakses dan membeli produk lokal.
"Ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk mempromosikan produk Bali ke dunia internasional," kata Nyoman Sudarma.
Tidak hanya memberikan dampak ekonomi langsung, WWF ke-10 juga meningkatkan kesadaran masyarakat Bali tentang pentingnya pengelolaan air dan keberlanjutan lingkungan. Berbagai sesi diskusi dan pameran yang diadakan selama forum ini memberikan wawasan baru bagi masyarakat lokal tentang bagaimana mereka bisa berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di Bali.
Dengan berakhirnya WWF ke-10, harapan besar muncul di benak masyarakat dan pelaku usaha di Bali agar event-event internasional serupa terus diadakan di Pulau Dewata. Hal ini tidak hanya akan memberikan dampak ekonomi jangka pendek tetapi juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi utama untuk berbagai acara internasional di masa depan.
Jurnalis : DaengEditor : Reagan
Editor : Reagan