Berita-compasnews.com, Serang. Banten - Edi Wibowo, Ketua DPW Solmet Banten sekaligus Ketua Umum Assalam Banten Indonesia, mengumumkan bahwa pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa jilid II dengan tagline Koalisi Nasional Religius Bergerak untuk mencopot Pj Gubernur Banten yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2024. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari unjuk rasa yang dilakukan dua minggu lalu di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang telah diterima sebagai usulan pencopotan Penjabat (PJ) Gubernur Al Muktabar. Jumat, (6/9/2024).
Edi Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan analisis mendalam terhadap kinerja PJ Gubernur, dengan beberapa temuan kunci. Salah satunya adalah masih adanya 13 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang saat ini dipimpin oleh Pejabat Sementara (PLT) tanpa adanya definisi definitif. Selain itu, terdapat juga pengangkatan peserta pelatihan Pim 2 yang diduga mal administrasi karena peserta tidak memenuhi golongan 4A yang seharusnya. Terakhir, pelaksanaan program meritrokasi yang tidak dilaksanakan dengan baik oleh PJ Al Muktabar turut menjadi perhatian, yang berdampak pada atmosfer kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Banten.
Baca juga: Mahasiswa PMII Lakukan Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Jember dan Kantor PU Cipta Karya
Sebagai langkah lanjutan, Edi Wibowo menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat ke berbagai instansi terkait, termasuk Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, serta tembusan kepada Polda Banten, Polres Kota Serang terkait aksi unras yang akan dilaksanakan. Diperkirakan sekitar 500 peserta akan menghadiri aksi unjuk rasa ini.
"Kami berharap melalui aksi ini, pihak-pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap isu-isu yang kami angkat dan mengambil langkah yang tepat untuk perbaikan," ujar Edi Wibowo.
Aksi unjuk rasa jilid II ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong perubahan positif dalam pemerintahan Provinsi Banten.
(Toni Metik)
Editor : Badwi